Hongaria: PM Larang LGBTQ dan Transgender, Rakyat Ngamuk

Amerita
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:57 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM - Parlemen Hongaria mengesahkan undang-undang yang melarang penyebaran konten yang dianggap mempromosikan masalah homoseksualitas dan transgender di sekolah, Selasa (15/6).

Perdana Menteri nasionalis garis keras, Viktor Orban, mencerca orang-orang LGBTQ dan imigran dalam rezimnya, memecah belah Hongaria, dikutip dari NBC News.

Baca juga: Ajaib! Wanita Ini Hamil Anak Ke 6 Meskipun Sudah Menopause

 
Partai Fidesz-nya, yang mempromosikan agenda Kristen-konservatif, memasukkan proposal yang melarang pembicaraan sekolah tentang masalah LGBTQ ke RUU terpisah, RUU ini secara ketat menghukum pedofilia.

Langkah itu, yang menurut para kritikus salah karena menyamakan pedofilia dengan LGBTQ, memicu unjuk rasa massal di luar parlemen pada hari Senin (14/6). Beberapa kelompok hak asasi manusia telah meminta Fidesz untuk menarik RUU tersebut.

Anggota parlemen Fidesz sangat mendukung undang-undang tersebut, sementara partai-partai oposisi kiri memboikot pemungutan suara.

Di bawah amandemen yang diajukan ke RUU itu, anak di bawah 18 tahun tidak dibenarkan diberitahu konten apa pun yang mendorong transisi gender atau homoseksualitas. Ini juga berlaku untuk iklan. Undang-undang menetapkan daftar organisasi yang diizinkan untuk memberikan pendidikan tentang seks di sekolah.

Baca juga: Kelelahan Usai Melahirkan Sembilan Bayi, Wanita Ini Terpaksa Rawat Inap di Rumah Sakit Hingga Berbulan-Bulan

 
Pernikahan sesama jenis tidak diakui di Hungaria dan hanya pasangan heteroseksual yang dapat mengadopsi anak secara sah. 





































 


Informasi Anda Genggam


Loading...