BPOM Riau Sosialisasi Keamanan Pangan di Inhu

Ogas
Rabu, 16 Juni 2021 | 09:32 WIB
BPOM Sosialisasi Keamanan Pangan di Inhu R24/ogas BPOM Sosialisasi Keamanan Pangan di Inhu

RIAU24.COM -  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Inhu, Isnidar yang mewakili Penjabat Bupati Inhu Chairul Riski, menyambut baik sosialisasi pencegahan bahan berbahaya pada makanan.


Hal itu disampaikan Isnidar ketika acara pembukaan sosialisasi keamanan pangan, yang ditaja oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru Riau di Kelurahan Pematangreba, Kecamatan Rengat Barat, Selasa 15 Juni 2021.


Baca juga: Kabupaten Inhu Anggarkan Penanganan Covid-19 Rp50,3 Miliar, Termasuk Insentif Nakes


"Intinya Pak Pj Bupati yang diwakili oleh Ibu Kepala Ketahanan Pangan mengapresiasi kegiatan sosialisasi keamanan pangan yang ditaja BPOM Pekanbaru," kata Kadis Kominfo Inhu, Jawalter kepada wartawan, Selasa 15 Juni 2021.


Dalam kegiatan itu, lanjut Jawalter, yang menjadi pembicara, yakni Kadis Kesehatan Inhu, Kadis Perindagkop PP Inhu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Inhu, BPOM Pekanbaru, BPOM Inhil.


Sebagai peserta acara, seluruh Kepala OPD dilingkungan Pemkab Inhu dan Lurah (mewakili masyarakat-red) dan Kepala Sekolah.
Pesan Isnidar dipertemuan itu, kata Jawalter, agar masyarakat untuk tetap mewaspadai makanan berbahaya dan atau mengkonsumsi makanan yang sehat ditengah pandemi Covid-19 untuk menambah imunitas.
Sedangkan Dinas Kominfo Inhu akan mengambil peran melanjutkan sosialisasi melalui media sosial, baik itu radio, media cetak dan media daring.
Tujuannya agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak makanan yang mengandung bahan berbahaya.


Baca juga: Target Vaksinasi di Inhu Riau Sebanyak 336.209 Orang


"Sebagaimana tadi yang disampaikan pihak BPOM, mengkonsumsi makanan berbahaya berada pada peringkat keenam tingkat kematian setelah penyakit stroke dan diabetes.
"Memakan makanan berbahaya berada pada peringkat keenam sebagai pemicu kematian," jelas Jawalter.


Mereka mencontohkan, makanan yang paling rawan mengandung bahan berbahaya ada pada makanan anak-anak.
"Perlu diwaspadai, apalagi anak-anak tidak tau ada kandungan bahan makanan berbahaya," kata dia.


Informasi Anda Genggam


Loading...