Menu

Nekat! Di Daerah Ini Narkoba Dijual Sudah Kayak Drive Thru, Terendus Polisi dan Akhirnya...

Chairul Hadi 17 Jun 2021, 12:06
Kabid Humas Kombes Sunarto dalam jumpa persnya Kamis siang.
Kabid Humas Kombes Sunarto dalam jumpa persnya Kamis siang.

RIAU24.COM -  Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar operasi besar-besaran untuk memberantas peredaran gelap Narkotika. Dua tempat disasar aparat, antara lain wilayah Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, yang keduanya kerap jadi tempat transaksi barang haram di Kota Pekanbaru, Riau.

15 orang dibekuk dalam operasi yang dilaksanakan Rabu 16 Juni 2021 sore kemarin, di mana dua orang diantaranya dari Kampung Dalam dan sisanya dari daerah Pangeran Hidayat. Polisi mengendus bahwa di sana kerap terjadi transaksi Narkotika. Selain itu disita pula 150 gram Sabu, bong, uang tunai, handphone dan timbangan digital.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya, Kamis 17 Juni 2021 siang menyebutkan, operasi besar-besaran ini sebagai tindak lanjut program jaga kampung narkoba dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bukan rahasia lagi, bahwa di Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, kerap dikenal sebagai tempat rawan peredaran Narkoba.

"Rabu sore kita lakukan kegiatan pemberantasan didua tempat yang menjadi sarang peredaran Narkoba. Kemarin juga dilaiukan upaya penggerebekan dan penggeledahan, di Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam," ungkap Kombes Sunarto.

Di Kampung Dalam, polisi menggeledah sejumlah rumah yang ditenggarai menjadi tempat transaksi. Bahkan satu rumah begah di dalam pemukiman tersebut juga digeledah. Meski tidak ditemukan barang bukti dari rumah itu, polisi membawa penghuninya berinisial WL dan suaminya N lantaran hasil tes urinenya positif mengandung Narkoba.

Kata Kombes Sunarto, dalam operasi tersebut kepolisian menemukan sejumlah realita, di mana ada beberapa rumah dipasangi pintu besi namun dilobangi sedikit. Tujuannya untuk celah melakukan transaksi antara pembeli di luar dengan penjual dari dalam rumah.

Rumah juga dipasangi kamera pengawas (CCTv) untuk memantau situasi di luar. Tidak cuma pintu saja, jendela pun juga dipasangi besi agar akses orang untuk masuk sulit. "Jadi di sana menjual narkoba sudah seperti drive thru (Layanan tanpa harus turun kendaraan, red)," sesal Kabid Humas.

Ditegaskan Kombes Sunarto, Polda Riau tidak akan berhenti melakukan operasi pemberantasan Narkotika, hingga wilayah tersebut bersih dari peredaran gelap barang haram.