Perdana Menteri Israel Sebut Presiden Terpilih Iran Rezim Algojo Brutal

Amerita
Senin, 21 Juni 2021 | 08:00 WIB
google R24/ame google
Bea Cukai

RIAU24.COM Ebrahim Raisi memenangkan pemilihan presiden Iran, Sabtu (20/6). Raisi adalah hakim tertinggi Iran yang memiliki pandangan ultra-konservatif.

Raisi berjanji untuk memperkuat kepercayaan publik kepada pemerintah, dan menjadi pemimpin bagi seluruh bangsa.

Baca juga: Keluarga Ini Tega Merantai Putra Mereka Untuk Menghentikannya Menggunakan Narkoba

 
"Saya akan membentuk pemerintahan yang bekerja keras, revolusioner dan anti korupsi," katanya.

Dalam pertemuan kabinet Israel, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa kemenangan Raisi adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangun dan memahami dengan siapa mereka berbisnis.

"Rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal," kata Bennet.

Iran dan Israel sudah lama berada dalam bayang-bayang perang, kedua negara mengambil bagian dalam aksi balas dendam, dengan tetap menghindari konflik habis-habisan meskipun belakangan, permusuhan antara keduanya kembali meningkat, dikutip dari BBC.

Baca juga: Lebih Dari Lusinan Orang Tewas Setelah Bus Jatuh ke Jurang di Pakistan

 
Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan ilmuwan nuklir utamanya tahun lalu dan serangan terhadap salah satu pabrik pengayaan uraniumnya pada April.

Israel sendiri tidak percaya bahwa program nuklir Iran dibuat untuk menjaga perdamaian. Israel yakin program itu bekerja untuk membangun senjata.


Informasi Anda Genggam


Loading...