Menu

Waspada Sindrom Patah Hati, Sedih Berlebihan Sebabkan Kematian dan Penyakit Jantung

Amerita 21 Jun 2021, 16:07
ilustrasi
ilustrasi

RIAU24.COM - Sindrom patah hati adalah kondisi yang umumnya mempengaruhi wanita pasca-menopause atau biasanya disebabkan oleh stres berat, misalnya kehilangan orang yang dicintai.

Sindrom ini dikenal sebagai kardiomiopati takotsubo, ditandai dengan melemahnya ruang pemompaan utama jantung dan pertama kali diidentifikasi pada tahun 1990 di Jepang. 
zxc1

Dua molekul yang berkaitan dengan tingkat stres tinggi ini disebut microRNA-16 dan microRNA-26a. Molekul tersebut terdeteksi dalam darah pasien takotsubo.

Sindrom ini juga membawa risiko komplikasi yang mirip dengan serangan jantung.

Tak bisa dipastikan apa yang menyebabkan takotsubo, tetapi lonjakan adrenalin yang disebabkan oleh stres akut seperti kehilangan, kecelakaan mobil, gempa bumi, bahkan peristiwa bahagia seperti pernikahan diyakini sebagai penyebab hilangnya gerakan di bagian dinding jantung.

zxc2
Pada pasien takotsubo, bagian bawah jantung berhenti berdetak, dan bagian atas jantung berdetak lebih kencang. 

Secara keseluruhan, temuan tersebut tampaknya menghubungkan stres jangka panjang dan respons takotsubo yang dramatis dengan kejutan mendadak.

Namun masalahnya, tidak mungkin untuk mendiagnosis takotsubo pada pasien yang belum mengalaminya, sehingga kita tak bisa mengetahui apakah molekul ini meningkat dalam perisitiwa lainnya.