Pengamat Sebut Pemerintah Selalu Salahkan Rakyat Karena Lonjakan Covid-19 Namun Pemerintah Longgar Datangkan WNA

M. Iqbal
Senin, 28 Juni 2021 | 06:38 WIB
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin R24/ibl Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin
Bea Cukai

RIAU24.COM - Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menanggapi tentang sikap pemerintah yang mengorbankan rakyat Indonesia karena lonjakan Covid-19.

Ujang menyebutkan rakyat Indonesia menjadi korban atas sikap pemerintah yang tidak menutup Imigrasi kedatangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia.

Dia juga menilai rakyat dikorbankan atas paparan varian baru Covi-19 hingga disalahkan akibat mudik lebaran 2021. "Itu resiko (varian baru masuk ke Indonesia) yang harus kita terima, karena Imigrasi masih membuka pintu WNA," ujar dilansir dari RMOL.id, Ahad 27 Juni 2021.

Baca juga: BJ Habibie, Orang Indonesia yang Punya Julukan Mr Crack

Menurut Ujang, di saat pandemi Covid-19 justru WNA India, China dan lainnya diperbolehkan masuk. Dengan longgarnya menerima WNA itu risikonya adalah lonjakan kasus virus asal China itu.

"Risikonya lonjakan kasus Covid-19 masih terus deras membanjiri dan mengenai rakyat Indonesia," kata dia lagi.

Untuk diketahui, berdasarkan data hingga Ahad kemarin, data kasus aktif menyentuh di angka 207.685 bertambah 12.909 dalam sehari. Kasus bertambah dalam sehari sebanyak 21.342 kasus dengan total 2.115.304 kasus sejak awal pandemi.

Baca juga: Mengenang Kembali Perang Diponegoro

Menko Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers virtual beberapa hari lalu menyalahkan masyaakat yang tidak disiplin menerapakan protokol kesehatan dan nekat mudik.

Luhut mengklaim jika pemerintah selama ini sudah habis-habisan menangani pandemi Covid-19 yang terjadi di Tanah Air.


Informasi Anda Genggam


Loading...