Jokowi The King of Lip Service, Ali Mochtar Ngabalin : Kritik Boleh Tapi Pakai Isi Kepala, Nyinyir Bukan Ciri Mahasiswa

Rizka
Selasa, 29 Juni 2021 | 14:15 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menanggapi unggahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) berjudul "Jokowi:The King of Lip Service".

Melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya "Serbet Ngabalin", Senin (28/6), ia mengatakan mahasiswa boleh memberikan kritik terhadap kinerja presiden dan pemerintah.

"Kritik boleh tapi pakai isi kepala. Nyinyir bukan ciri mahasiswa," tulis Ngabalin pada keterangan unggahan YouTubenya.

Namun, menurutnya mahasiswa tidak boleh memberikan kritik yang tidak memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Baca juga: Belajar dari Maraknya Kasus Kekerasan di Lembaga Keagamaan, Mahfud MD Minta Pembakar Mimbar Masjid Tak Disebut Orang Gila

"Mengkritik boleh, untuk evaluasi sekaligus motivasi apa yang ingin dikejar dan yang akan dilakukan pemerintah dan Bapak Presiden. Tapi ciri mahasiswa tidak boleh menggunakan data fakta yang tidak memberikan pencerahan ke masyarakat," ujar Ngabalin.

Namun, ia meminta kepada BEM UI agar tidak menggunakan diksi atau pemilihan kata yang tidak baik saat mengkritik presiden.

Menurutnya, mahasiswa merupakan representasi dari masyarakat yang ke depannya akan menjadi pemimpin bangsa.

"Bukan mahasiswa namanya kalau tidak kritis. Tetapi di era keterbukaan ini kita harus dibekali dengan kemampuan analisa yang tajam, berdasarkan argumen yang baik dan dasar yang cukup," tegasnya.

Ngabalin pun menyinggung sejumlah isu yang disebut mahasiswa mengindikasikan Presiden Jokowi suka mengobral janji.

Salah satunya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan UU ITE.

Menurut Ngabalin, perdebatan mengenai dua isu itu sudah selesai.

"Soal KPK sudah selesai kita bahas. Kalau kita menyoriti soal UU ITE, sekarang presiden meminta harus dibicarakan lagi agar pasal-pasal dan ayat-ayat yang multitafsir itu jangan sampai menciderai orang. Karena presiden menghargai proses demokrasi yang terjadi sekarang ini," tambahnya.

Baca juga: Dory Harsa Makin Tajir Sejak Nikahi Nella Kharisma, 3 Sektor Ini Jadi Sumber Penghasilannya

Kendati begitu, Ngabalin tetap mengapreasiasi kritikan dari para mahasiswa tersebut. Dia menuturkan, masyarakat sendiri yang akan menilai kritikan dari BEM UI tersebut.

Sebelumnya, BEM UI mempublikasikan postingan berjudul "Jokowi: The King of Lip Service" di akun media sosial mereka. Dalam postingan tersebut, BEM UI mengkritik Presiden Jokowi yang kerap kali mengobral janji.

Postingan itu juga menyindir sejumlah janji dan keputusan Jokowi, mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...