Menu

Tahukah Anda, Inilah Buah Dari Abad Pertengahan Dengan Nama Vulgar yang Terlupakan Zaman

Devi 30 Jun 2021, 10:49
Foto : BBC
Foto : BBC

RIAU24.COM -  Pada abad pertengahan, orang-orang Eropa tergila-gila dengan buah aneh yang hanya bisa dimakan ketika sudah busuk. Banyak orang yang ingin merasakan nikmatnya buah tersebut. Namun pada suatu ketika, buah itu terlupakan begitu saja.  

Pada 2011, arkeolog menemukan sesuatu yang tak biasa di sebuah kloset peninggalan zaman Romawi. Tim ini tengah melakukan penggalian di desa kuno bernama Tasgetium (sekarang Eschenz, Swiss), yang dahulu dipimpin oleh seorang raja Celtic, dengan tanah pemberian pribadi dari Julius Caesar.

Desa ini dibangun di tepi Sungai Rhine, di sepanjang rute perdagangan penting kala itu — dan sebagai hasilnya, sisa-sisa seluruh desa terendam air sungai sejak saat itu. Apa yang seharusnya telah membusuk berabad-abad lalu, ditemukan dalam keadaan awet, terlindungi oleh kurangnya oksigen di tengah kelembaban rawa.

Dan situlah, tergeletak di antara sisa-sisa makanan yang sudah kita kenal seperti buah prem, ceri, persik, dan kenari di sebuah lubang pembuangan kuno, para arkeolog menemukan 19 biji berukuran besar yang tampak aneh.

Meskipun ke-19 belas biji ini, berusia nyaris 2.000 tahun lalu, mereka nyaris tampak masih segar, seperti baru ditemukan kemarin. Tapi, buah yang mereka temukan ini sangat tidak awam, para botanis profesional pun kebingungan.

Nama yang sopan dan dapat diterima secara sosial - dan hingga saat ini dipakai - untuk buah ini adalah medlar. Namun sekitar 900 tahun lamanya, buah ini punya julukan vulgar: "pantat terbuka".

Halaman: 12Lihat Semua