Presiden Belarusia Tuduh AS, Jerman, Polandia dan Ukraina Persenjatai Kudeta, Ukraina: Kami Tidak Pernah Ikut Campur Urusan Internal Belarus

Amerita
Sabtu, 03 Juli 2021 | 22:39 WIB
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko R24/ame Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko

RIAU24.COM - Belarusia, Ukraina - Lewat acara peringatan 30 tahun kemerdekaan Belarusia pasca-Soviet, Alexander Lukashenko mengatakan bahwa ia telah memerintahkan penutupan perbatasan Belarusia dengan Ukraina, Jumat (2/7).

Presiden Belarusia itu mengklaim bahwa senjata masuk ke negaranya melalui Ukraina sebagai bagian dari upaya kudeta.

Baca juga: Kebakaran Hutan Kompleks Taman Nasional Menghanguskan Jantung Negara Sequoia di Amerika Serikat


Dia menuduh Jerman, Lituania, Polandia, Ukraina dan Amerika Serikat mendanai senjata-senjata itu hingga sampai ke negaranya.

"Sel-sel ini bermaksud menggulingkan pemerintah pada tanggal yang ditentukan," tegasnya.

Tuduhan itu langsung dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nicolenko.

"Ukraina dengan tegas menolak tuduhan Alexander Lukashenko tentang dugaan pasokan senjata dari Ukraina," kata Nikolenko kepada Ukrinform, Sabtu (3/7).

Baca juga: Ledakan di Pelabuhan Beirut dan Keruntuhan Ekonomi Membuat Banyak Warga Lebanon Alami Trauma Serta Luka Mental


"Kami tidak pernah ikut campur dalam urusan internal Belarus. Kami tidak akan melakukan itu di masa depan. Kami mengharapkan posisi yang sama dari Minsk sehingga perbatasan utara tetap menjadi ruang yang aman," tandasnya.

Nicolenko menambahkan bahwa penutupan perbatasan itu akan merugikan rakyat Belarusia sendiri karena Ukraina adalah negara demokratis yang menghormati hak asasi manusia.

"Pertama-tama, rakyat Belarusia akan menderita dari langkah seperti itu," katanya.


Informasi Anda Genggam


Loading...