Menu

China Sibuk Larang Kapal-kapal Lewat, Pemerintahan Biden Aktif Bela Indonesia, Malaysia, Brunei dan Negara Asia Tenggara Lainnya

Amerita 12 Jul 2021, 16:54
google ilustrasi
google ilustrasi

RIAU24.COM - Pemerintahan Biden menolak klaim maritim China di Laut China Selatan. Pemerintah AS juga memperingatkan China bahwa setiap serangan terhadap Filipina di wilayah titik nyala akan ditanggapi langsung oleh AS di bawah perjanjian pertahanan bersama.

Pesan itu datang dari Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken, lewat sebuah pernyataan ia menyatakan dukungan AS terhadap Filipina atas klaim wilayah di sekitar Kepulauan Spratly.

zxc1
“Tidak ada tatanan maritim berbasis aturan di bawah ancaman yang lebih besar daripada di Laut China Selatan," ujar Anthony Blinken

Dia menuduh China terus menerus memaksa dan mengintimidasi negara-negara pesisir Asia Tenggara, mengancam kebebasan navigasi dalam hal ini.

“Amerika Serikat menegaskan kembali kebijakan 13 Juli 2020 mengenai klaim maritim di Laut China Selatan. Kami juga menegaskan kembali bahwa serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum, atau pesawat terbang di Laut China Selatan akan meminta komitmen pertahanan bersama AS,” tandasnya.

Sambungan berita: zxc2
Halaman: 12Lihat Semua