Menu

Ini Tips yang Perlu Dilakukan Saat Jalani Isolasi Mandiri Menurut Dokter RSA UGM

Rizka 14 Jul 2021, 21:52
Google
Google

RIAU24.COM -  Ketersediaan fasilitas kesehatan menurun akibat adanya lonjakan kasus covid-19. Angka ketersediaan kamar, oksigen, serta obat-obatan cukup mengkhawatirkan. Saat ini, isolasi mandiri (isoman) menjadi opsi bijak bagi pasien yang terkonfirmasi covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Dokter RSA UGM Fithri Islamiyah menuturkan, "Hal yang sering terjadi, banyak pasien yang terlambat datang ke rumah sakit. Artinya, mereka sudah terkonfirmasi positif COVID-19 pada beberapa hari yang lalu namun baru datang ke rumah sakit setelah mengalami gejala berat."

Ia menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi pada pegawai medis. Fithri memperingatkan bahwa COVID-19 menyerang sistem informasi antar organ.

Akibat dari hal ini, terjadi happy hypoxia yang membuat tubuh merasa sehat, meskipun sebetulnya organ-organ tidak berfungsi dengan baik lagi. "Masih banyak ditemukan pasien Covid-19 justru takut untuk konsultasi ke rumah sakit," ujar Fithri.

Ia menyebut, konsultasi bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh, sehingga tindakan yang diberikan akan sesuai. Dengan adanya konsultasi, maka pasien terkonfirmasi covid-19 akan mendapatkan akses pengobatan yang dapat mendukung kondisi tubuh saat isolasi mandiri. 

Selain itu, pihak rumah sakit dan pegawai kesehatan akan memberikan informasi dan arahan yang tepat ketika melakukan isolasi mandiri.

"Hal selanjutnya setelah memastikan kondisi tubuh dan sudah mendapatkan perawatan yang tepat maka yang harus dilakukan adalah mengabari orang sekitar yang sekiranya melakukan kontak. Ini adalah upaya untuk mencegah penularan lebih lanjut," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa ketika melakukan isoman, kondisi tubuh akan sangat fluktuatif. Oleh karenanya, penderita harus waspada terhadap kondisi tubuh.

Ia juga menerangkan bahwa pasien perlu melakukan self assessment pada pagi dan sore hari secara rutin. Self assessment ini berupa pencatatan kadar oksigen, suhu tubuh, dan evaluasi gejala yang dialami.

Selama isoman, tindakan di atas juga dapat menjadi langkah pencegahan yang nantinya akan membantu dokter memberi tindakan. Khususnya, ketika pasien mengalami penurunan kondisi tubuh dan diharuskan ke rumah sakit.