Enggan Divaksin, 19.000 Rakyat Prancis Berunjuk Rasa

Amerita
Kamis, 15 Juli 2021 | 11:47 WIB
google R24/ame google

RIAU24.COM - PRANCIS - Kepolisian Paris menembakkan gas air mata saat berusaha membubarkan demonstran yang tak setuju dengan keputusan yang diumumkan hari Senin (12/7) bahwa seluruh rakyat Prancis diwajibkan untuk vaksinasi.

Kebijakan itu juga menuntut siapa saja agar menunjukkan bukti vaksin mereka jika ingin masuk ke tempat umum tertentu. Atau bagi mereka yang tak ingin divaksin, harus menunjukkan bukti tes negatif Covid-19.

Baca juga: Tampan dan Cantik Penuh Pesona, Bae Suzy dan Jin BTS Diharapkan Bintangi Drama Bersama


Sejumlah protes dimulai pada Rabu pagi (14/7) di Paris ketika parade militer tahunan Hari Bastille tradisional, yang dihadiri oleh Presiden Emmanuel Macron, berlangsung di sepanjang Champs-Elysees.

Protes berlanjut hingga malam, pengunjuk rasa yang terekam tampak mengarahkan kembang api ke polisi. Di satu daerah di ibu kota Prancis, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Tak Diizinkan Ganti Bohlam Lampu Rumah, Alasannya Karena Ini


"Turunkan kediktatoran", teriak para pengunjuk rasa.

Pihak berwenang Prancis menyebutkan jumlah total pengunjuk rasa mencapai angka 19.000 orang. Kementerian dalam negeri mengatakan bahwa ada 53 protes berbeda di seluruh Prancis.


Informasi Anda Genggam


Loading...