Wakil Bupati Kuansing, Resmikan Gedung Uniks Jadi Ruang Isolasi

Replizar
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:06 WIB
Wakil Bupati Kuansing, Resmikan Gedung Uniks Jadi Ruang Isolasi (foto/zar) R24/zar Wakil Bupati Kuansing, Resmikan Gedung Uniks Jadi Ruang Isolasi (foto/zar)

RIAU24.COM - KUANSING- Kasus positif virus corona Covid-19 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, terus mengalami peningkatan. Data per Rabu (14/7) terdapat 19 penambahan kasus positif Covid-19. 

Akibat penambahan itu, total terkonfirmasi positif sebanyak 3.756 kasus, terdiri dari Isolasi Mandiri 299 orang, Rawat Rumah Sakit 40 orang, Sembuh 3.328 orang dan Meninggal Dunia 89 orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan serta menghindari penelantaran pasien Covid-19, Pemkab Kuansing telah menyiapkan ruang isolasi di Gedung Uniks. Tempat ini difungsikan untuk karantina pasien dalam pengawasan covid-19, baik yang baru positif rapid test antigen maupun yang sudah positif swab.

Baca juga: Hadiri Penilaian Lomba UP2K di Sumber Jaya, Wella Minta IRT Berkontribusi Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Menariknya, ruang isolasi pasien Covid-19 tersebut adalah gedung Uniks yang dalam lima tahun terlantar, gedung itu telah disulap menjadi rumah sakit darurat khusus ruang isolasi.

Wakil Bupati Kuansing Drs H Suhardiman Amby meresmikan pemakaian ruang isolasi covid-19,
bertempat di Gedung Uniks, Kamis (15/7). Ruang isolasi satu-satunya di Kuansing,  diharapkan bisa dioptimalkan untuk ruang isolasi pasien positif covid-19. 

Wabup Kuansing Drs H Suhardiman Amby pun sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Kesehatan, yang telah menyediakan ruang isolasi untuk pasien Covid-19. “Kami berharap ruang isolasi ini tidak perlu dipakai, karena harapan kami pandemi ini segera berakhir,” Ujarnya.

Baca juga: HUT Agraria, Bupati Andi Putra Jadi Irup: Tingkatkan Pelayanan Agraria Di Kuansing

Menurutnya, langkah penanggulangan covid-19 menjadi tanggungjawab semua pihak dan stakeholder terkait, mulai dari Pemkab, Polri dan TNI hingga ke desa. Bahkan, Satgas penanganan corona sudah terbentuk hingga desa. "Saat ini tinggal pelaksanaannya saja," Sebutnya.

Caranya Katanya, bagaimana mengajak warga dengan materi ilmiah yang mudah dipahami masyarakat. Selain itu, berikan keyakinan kepada masyarakat bahwa usaha pemerintah merupakan upaya untuk menyehatkan masyarakat. "Seperti gerakan ibu-ibu PKK, ini harus dimulai secara terukur. Jangan biarkan pak Kapolres dan Kapolsek dan jajaran TNI jalan sendiri," Tuturnya.

Selain itu, kekuatan tokoh masyarakat dan agama dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, katanya, cukup berperan penting. Seperti sosialisasi vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan. "Seperti jajaran Kementerian Agama dan KUA yang ada di masing-masing kecamatan, juga bisa berperan. Ajak warganya terapkan prokes," Himbaunya.

Dirinya sangat berharap, dengan kebersamaan semua pihak, pandemi covid-19 dapat ditekan, bahkan hilang," Tambahnya.

Sementara Plt Kadiskes Jafrinaldi menyebutkan bahwa ruang isolasi pasien Covid-19 di Gedung Uniks ini, mampu menampung 40 orang. Namun saat ini bed yang baru terpasang hanya 20 unit. "Alhamdulillah dengan kerja bersama semua pihak, gedung Uniks ini bisa dijadikan ruang isolasi," katanya.

Ia mengaku, upaya menjadikan Gedung Uniks ini menjadi ruang isolasi awalnya cukup berat. Karena keterbatasan fasilitas dan kondisi bangunan yang sudah mulai rusak. "Syukur Alhamdulillah kondisinya saat seperti ini, cukup nyaman. Sehingga masyarakat yang isolasi mandiri mereka senang, jangan sampai mereka yang mau berobat malah menjadi sakit," katanya.

Ruang isolasi di Gedung Uniks katanya, menggunakan dua lantai, lantai satu dan dua. Setiap satu ruangan tersedia 10 bed, lemari kecil dan kipas angin. Petugas jaga dari Puskesmas Kuantan Tengah.
"Yang terpasang baru 20 bed, jadi mulai hari ini (Kamis,red) pasien rujukan dari tim Gugus Tugas dan rumah sakit bisa diisolasi disini," Ujarnya.

Penyediaan ruang isolasi ini menurutnya, merupakan kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa nyaman dalam memperoleh layanan kesehatan.


"Kita berharap tak ada lonjakan kedepan, sehingga tidak ada yang diisolasi di sini. Meski begitu saat ini alat semua standby," Tukasnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...