Bocor! Dokumen Rahasia Putin Kolusi untuk Jadikan Trump Presiden AS

Amerita
Jumat, 16 Juli 2021 | 11:16 WIB
Potret Putin dan Trump R24/ame Potret Putin dan Trump

RIAU24.COM - Sebuah dokumen yang diduga ditandatangani oleh Presiden Rusia, Vladmir Putin, bocor. 

Hal ini diungkap oleh The Guardian, dalam dokumen itu, tertulis bahwa Putin secara pribadi mengizinkan agen mata-mata rahasia untuk mendukung Trump dalam pemilihan 2016, dikutip dari The Jerusalem Post 15 Juli 2021. 

Baca juga: Kasus Pembunuhan Paling Kejam dan Sadis di Dunia: Tewaskan Lebih dari 10 Wanita Sebelum Diperkosa dengan Cara Tak Wajar


Diduga Putin sengaja mendukung Trump menjadi presiden karena ia menilai Trump tidak stabil secara mental Dengan begitu, Rusia akan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. 

Surat kabar The Guardian membeberkan bahwa pertemuan kunci berlangsung pada 22 Januari 2016, di mana Putin dan kepala mata-mata beserta menteri seniornya menyepakati bahwa eksistensi Trump di Gedung Putih akan membantu mengamankan tujuan strategis Moskow. Di antaranya adalah kekacauan sosial di AS dan melemahnya posisi negosiasi presiden Amerika. 

Tiga agen mata-mata diperintahkan untuk menemukan cara untuk mendukung Trump dalam sebuah dekrit ditandatangani Putin.

Baca juga: Di Negara Ini Jika Ada Polisi yang Melanggar Aturan, Mereka Wajib Mengenakan Ban “Hello Kitty Pink” di Lengannya


Laporan tersebut, berlabel "No 32-04, bertuliskan "Trump adalah kandidat paling menjanjikan" dari sudut pandang Putin. 

Ini berkenaan dengan penilaian psikologis terhadap Trump, yang digambarkan sebagai “individu yang impulsif, tidak stabil secara mental, dan tidak seimbang yang menderita kompleks inferioritas.” Dengan harapan hal itu akan mengarah pada destabilisasi sistem sosial politik AS. 

“Sangat penting untuk menggunakan semua kekuatan yang mungkin untuk memfasilitasi pemilihannya ke jabatan presiden AS,” tulis The Guardian.  

The Guardian menunjukkan dokumen tersebut kepada para ahli independen yang memverifikasinya sebagai dokumen asli. 

Kremlin menyangkal laporan itu, sekretaris pers Putin menyebutnya sebagai "sebuah fiksi bubur kertas yang hebat."


Informasi Anda Genggam


Loading...