CPO di Malaysia Naik 0,44 Persen, Harga Sawit di Riau Ikut Naik

M. Iqbal
Rabu, 21 Juli 2021 | 11:58 WIB
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja R24/ibl Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja

RIAU24.COM - Dinas Perkebunan (Disbun) Riau mencatat jika harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau kembali terjadi kenaikan harga.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defris Hatmaja menyebutkan, ada beberapa fakfor yang menyebabkan harga sawit di Riau naik, yakni faktor internal dan eksternal.

"Faktor internal, naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data," kata Defris, Rabu, 21 Juli 2021.

Baca juga: Harga CPO Melemah jadi Penyebab Turunnya Harga Sawit di Riau Pekan Ini

Dia menambahkan, untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 461,24/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 332,72/Kg,  PT. Astra Agro Lestari mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 468,00/Kg, PT. Asian Agri mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 450,57/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 436,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 86,36/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 20,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp. 38,00/Kg dari harga minggu lalu.

"Sementara dari faktor eksternal, naiknya harga TBS minggu ini karena harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada hari Senin tanggal 19 Juli 2021 tercatat MYR 4.155/ton. Naik 0,44% dari posisi akhir pekan lalu," kata dia lagi.

Baca juga: Akhir Bulan Ini, Harga Sawit di Riau Alami Penurunan, Berikut Rinciannya

Disebutkannya lagi, harga CPO sedang dalam tren bullish. Dalam sepekan terakhir, harga naik 7,56% dan selama sebulan ke belakang kenaikannya mencapai 22,53%. Kenaikan harga terjadi di tengah kenaikan nilai ekspor CPO Indonesia per Mei, yang mencapai US$ 3 miliar.

"Bagi Indonesia, ekspor CPO menyumbang 18,5% komoditas ekspor. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan kenaikan nilai ekspor tidak hanya dipicu lonjakan harga, melainkan juga kenaikan volume, sebesar 12%, menjadi 2,95 juta ton," tandasnya.


Harga Sawit
Informasi Anda Genggam


Loading...