Ada Apa? Di tengah Ketegangan AS Kirim Satu Menteri ke China dan Satunya Lagi ke Asia Tenggara

Amerita
Kamis, 22 Juli 2021 | 11:14 WIB
Lloyd Austin R24/ame Lloyd Austin

RIAU24.COM - Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Tianjin, China dalam perjalanan Sherman ke Jepang, Korea Selatan, Mongolia dan Oman Minggu 25 Juli 2021.

Pertemuan itu akan diadakan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara China-Amerika.

Baca juga: William dan Kate Mengirim Pesan Rahasia Untuk Harry dan Meghan, Ini Isinya...


Sebelumnya, Amerika menuduh China meretas perangkat lunak server Microsoft Exchange. Amerika juga mendakwa empat warga negara China atas tuduhan pencurian rahasia dagang, teknologi, dan penelitian penyakit. Semua tuduhan disangkal China.

“Dalam konteks hubungan yang kompleks, menantang, dinamis, kami percaya penting untuk menjaga jalur komunikasi terbuka antara pejabat tinggi. Dan itu termasuk pada saat, seperti halnya dengan RRC (Rakyat Republik Tiongkok), persaingan yang berkelanjutan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, Rabu (21/7).

Aktivitas agresif Beijing di Laut China Selatan akan menjadi agenda utama dalam pertemuan itu.

Baca juga: Olok-olok Vaksin Covid-19, Pria Amerika Ini Malah Tewas Akibat Corona


Sementara Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, akan mengunjungi Singapura, Vietnam dan Filipina. Dia adalah menteri Kabinet Presiden Joe Biden pertama yang berkunjung ke Asia Tenggara.

“Saya akan menekankan komitmen kami terhadap kebebasan laut dan juga menjelaskan di mana kami berdiri pada beberapa klaim yang tidak membantu dan tidak berdasar oleh China di Laut China Selatan,” kata Austin, Rabu (21/7).

Republik Rakyat China terus memaksa dan mengintimidasi negara-negara Asia Tenggara yang lewat di Laut China Selatan. Padahal, Pengadilan Arbitrase yang dibentuk berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 memberikan keputusan bulat bahwa dengan tegas menolak klaim maritim di Laut China Selatan karena tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

Pengadilan menyatakan bahwa RRC tidak memiliki klaim yang sah atas wilayah yang ditentukan oleh Pengadilan Arbitrase sebagai bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen Filipina.


Informasi Anda Genggam


Loading...