Menu

Kisah Pilu Sewa Makam di Filipina, Tak Sanggup Bayar, Mayat Dilempar

Amerita 22 Jul 2021, 11:44
Sumber foto: AFP
Sumber foto: AFP

Rodzon adalah seorang pekerja pelabuhan perikanan yang menggunakan metamfetamin untuk tetap terjaga selama shift malam. Rodzon ditembak mati oleh polisi di tempat tidurnya sesaat setelah Duterte mengambil alih kekuasaan.
zxc2

"Saya masih merasakan sakit - saya ingin bertukar tempat dengan putra saya," tambahnya.

Pastor Flavie Villanueva, seorang kritikus vokal Duterte, mempelopori upaya penggalian. Dia mengatakan bahwa ribuan kremasi akan terus terjadi hingga bertahun-tahun mendatang karena masa sewa berakhir.

Villanueva menceritakan bahwa beberapa keluarga tak begitu beruntung, tulang-tulang kerabat mereka dilemparkan ke dalam karung bersama sisa-sisa orang lain sebelum sewa makam berakhir.

"Mereka manusia ... mereka pantas mendapatkan yang lebih baik," katanya.

Halaman: 123Lihat Semua