Ada Aksi Jokowi End Game Besok, PPP Sebut Tindakan yang Tidak Bertanggung Jawab

M. Iqbal
Jumat, 23 Juli 2021 | 21:44 WIB
Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani R24/ibl Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani

RIAU24.COM - Di media sosial beredar Poster seruan aksi bertajuk "Jokowi End Game" yang akan dilakukan pada 24 Juli besok. Dalam poster itu, para pengemudi ojek online beserta masyarakat diajak turun ke lapangan untuk menolak penerapan PPKM.

Mengenai aksi itu, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai ajakan aksi itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

"Setiap aktvitias mengajak masyarakat untuk demo turun ke jalan di masa pandemi Covid-19, baik untuk beroposisi atau mendukung terhadap pemerintah, adalah tindakan tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat itu sendiri," kata Arsul dilansir Tempo, Jumat, 23 Juli 2021.

Baca juga: Pernyataan Hasto Pecat Kader yang Dukung Deklarasi Ganjar Kian Panas, Begini Kelanjutannya

Dia menambahkan, ajakan yang memprovokasi atas nama rakyat tetapi membahayakan kesehatan rakyat itu sendiri di masa pandemi harus ditentang oleh elemen masyarakat yang berpikiran waras.

Wakil Ketua MPR itu juga menilai, ruang untuk mengkritisi, termasuk menciptakan tagline "Jokowi End Game”, bisa dibuat. Tapi mestinya hanya ada di ruang media, baik media sosial maupun media arus utama.

"Tetapi kalau mereka mengajak rakyat turun kejalan beramai-ramai itu sama saja dengan menjerumuskan rakyat banyak, karena potensi keterpaparan Covid-19 menjadi sangat terbuka," lanjutnya.

Baca juga: Pakar Ini Prediksi Puan Maharani Bisa Gantikan Posisi Megawati Sekaligus Menjadi Ini

PPP, kata Arsul, melihat jika pemerintah sendiri mengakui varian delta dari Covid-19 ini tidak bisa dikendalikan, maka setiap ajakan untuk berkumpul dalam jumlah besar merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. 

Arsul menyampaikan bahwa partainya tidak keberatan jika sikap kritis terhadap pemerintah dilakukan di ruang media. Sepanjang semuanya proporsional, bukan hoaks dan ujaran kebencian yang didasarkan pada fitnah.

"Maka tidak masalah tetap mengkritik atau mengecam sikap atau kebijakan pemerintah," tuturnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...