PBB Sebut Puluhan Orang Diduga Tewas Setelah Kapal Terbalik di Lepas Pantai Libya

Devi
Selasa, 27 Juli 2021 | 10:15 WIB
Foto : Aljazeera R24/dev Foto : Aljazeera

RIAU24.COM - Sebuah kapal yang membawa para migran terbalik di lepas pantai Libya, menyebabkan sedikitnya 57 orang diduga tewas, kata seorang pejabat migrasi PBB. Safa Msehli, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi, mengatakan kapal itu meninggalkan kota pesisir barat Khums pada hari Minggu. Setidaknya ada 75 orang di dalamnya.

Delapan belas orang dari kapal diselamatkan dan kembali ke pantai pada hari Senin, kata Msehli.

Baca juga: Chris Hemsworth Insekyur Para Fans Kehilangan Minat Padanya Kalau Terus-terusan Perankan Thor

Para penyintas, yang berasal dari Nigeria, Ghana dan Gambia, melaporkan kapal itu berhenti karena masalah mesin, kemudian terbalik di tengah cuaca buruk, kata Msehli. “Menurut korban selamat yang dibawa ke pantai oleh nelayan dan penjaga pantai, setidaknya 20 wanita dan dua anak termasuk di antara mereka yang tenggelam,” tulis Msehli di Twitter.

Terbalik kapal tersebut adalah bencana terbaru di Laut Mediterania yang melibatkan migran dan pengungsi mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa. Kematian Senin terjadi kurang dari seminggu setelah sekitar 20 orang juga tenggelam di Laut Mediterania, sementara 500 dicegat dan dibawa kembali ke Libya.

Ada lonjakan penyeberangan dan upaya penyeberangan dari Libya dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Inilah Gambar Matahari Paling Detail Yang Pernah Diambil Oleh Astrofotografer

Hampir 15.000 pengungsi, pencari suaka, dan migran telah dicegat oleh penjaga pantai Libya yang didukung Uni Eropa pada paruh pertama tahun ini, yang menurut PBB lebih banyak daripada mereka yang turun sepanjang tahun 2020.

Amnesty International mengatakan bahwa dalam enam bulan pertama tahun ini, lebih dari 7.000 orang yang dicegat di laut dikembalikan secara paksa ke kamp-kamp penahanan di Libya. Libya telah menjadi rute transit utama bagi orang-orang yang mencoba mencapai Eropa dengan perahu sejak kekacauan meletus setelah pemberontakan 2011 yang menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi.


Informasi Anda Genggam


Loading...