Cerita Sarah Gilbert, Penemu Vaksin Covid-19 yang Tak Inginkan Hak Paten

Azhar
Kamis, 29 Juli 2021 | 21:08 WIB
Profesor Sarah Gilbert. Sumber: Republika R24/azhar Profesor Sarah Gilbert. Sumber: Republika

RIAU24.COM -  Ilmuwan dari Universitas Oxford, Profesor Sarah Gilbert merupakan penemu vaksin Covid-19 AstraZaneca.

Vaksin yang seharusnya memakan waktu hingga 5 tahun berhasil ditemukannya hanya dalam waktu 4 bulan saja.

Resikonya, dia harus berkejar-kejaran dengan waktu.

Baca juga: Tampan dan Cantik Penuh Pesona, Bae Suzy dan Jin BTS Diharapkan Bintangi Drama Bersama

"Kami harus bekerja dengan sangat, sangat, cepat," ujarnya kepada BBC.

Sarah bekerja tak sendiri, dia dibantu 300 anggota tim agar vaksin layak konsumsi publik.

Hasil pertamanya menggembirakan.

Uji coba pada manusia menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan bahwa vaksin dapat bekerja dengan aman dan memicu respons kekebalan terhadap virus.

Tak hanya bertarung dengan waktu, dia mengaku juga bertarung dengan 22 vaksin potensial lainnya dalam tahapan uji klinis.

Serta bertarung dengan 100 vaksin lainnya pada tahap awal penelitian.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Tak Diizinkan Ganti Bohlam Lampu Rumah, Alasannya Karena Ini

Setelah bertarung dan di uji cobakan, vaksin temuannya yang dianggap layak.

Vaksin yang disuntikkan menunjukkan respons kekebalan yang kuat dengan memproduksi antibodi dan sel-T yang dapat melawan virus corona.

Yang lebih membanggakan, setelah menemukan vaksin Covid-19 dia langsung melepaskan hak paten agar dapat dijangkau oleh seluruh warga dunia.


Informasi Anda Genggam


Loading...