Menu

Wanita Terapung Diperairan Lapangan Pasir Ternyata Warga Gatot Subroto Bengkalis

Dahari 31 Jul 2021, 05:35
Korban saat di evakuasi petugas BPBD Bengkalis
Korban saat di evakuasi petugas BPBD Bengkalis

RIAU24.COM -BENGKALIS - Seorang perempuan yang terapung di perairan lapangan pasir taman Andam Dewi Bengkalis, Jumat 30 Juli 2021 pukul 11.15 wib kemarin.

Sebelumnya identitas korban belum diketahui dan baru diketahui pada pukul 20.00 wib. Adapun korban bernama Penny Noviana (49) warga Bengkalis Jalan Gatot Subroto RT02 RW01 Kelurahan Rimbas Kampung.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Bengkalis AKP Syeh Syarif Hidayatullah kepada wartawan, Sabtu 31 Juli 2021. Diutarakan Kapolsek menurut beberapa orang saksi saat di TKP bahwa saat di pinggiran pantai saat itu melihat ada seorang wanita yang tengah jongkok di pinggiran turap.

"Tetapi saksi tidak menghiraukannya di karenakan seorang wanita itu hanya Jongkok dipinggiran turap dan setelah beberapa waktu jam kemudian, wanita yang lagi jongkok itu langsung tidak kelihatan lagi dan tidak lama kemudian ada tiba tiba terdengar orang teriak mengatakan ada mayat terapung," ungkap Kapolsek Bengkalis.

"Saat itu, ada manusia terapung dan saksi langsung meminta bantuan kepada masyarakat yang ada di TKP dan saat itu saksi langsung menuju Pos Lantas Simpang Lapangan Tugu untuk melaporkan penemuan seorang wanita lagi terapung di laut,"ujarnya.

Lanjut AKP Syeh Syarif Hidayatullah, pada Pukul 11.20 WIB, anggota BPBD Bengkalis dan Damkar tiba di TKP untuk melakukan evakuasi dan membawa ke RSUD Bengkalis dengan menggunakan Mobil ambulans.

"Saat korban tiba di RSUD Bengkalis dan pihak rumah sakit melakukan observasi kepada korban. Lalu, setelah korban mendapat perawatan di RSUD Bengkalis,

Anak korban yang mendapat informasi dari media sosial yang beredar bahwa adanya penemuan mayat perempuan. Saat itu anak korban langsung ke RSUD untuk memastikan apa benar itu orang tuanya,"ucap Kapolsek Bengkalis lagi.

"Sesampainya di RSUD Bengkalis bahwa satu orang mayat perempuan tersebut adalah benar orang tuanya  bernama Peny Moviana dan anak korban menerangkan bahwa ibunya ada mengalami gangguan kejiwaan atau stres dan sudah sering dibawa berobat. Ibu korban diketahui sudah tidak ada di rumah sejak jam 10.00 WIB pagi. Saat dirumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 wib,"pungkasnya.