Rekomendasi UNESCO Terhadap Pariwisata Pulau Komodo Jadi Kemenangan Besar Bagi Dunia Konservasi Indonesia

Rizka
Senin, 02 Agustus 2021 | 15:20 WIB
Foto : Tempo R24/riz Foto : Tempo
Bea Cukai

RIAU24.COM - Peneliti Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Kyoto dan pemerhati lingkungan Cypri Jehan Paju Dale pada hari Minggu mengatakan bahwa rekomendasi Komite Warisan Dunia UNESCO untuk Taman Nasional Komodo adalah pencapaian besar untuk konservasi dan pariwisata.

Rancangan keputusan WHC 44.COM 7B.93 mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur pariwisata di habitat Komodo yang dilindungi yang dianggap sebagai nilai universal luar biasa (OUV).

“Ini merupakan kemenangan bagi konservasi dan pariwisata Indonesia, khususnya di Flores. Ini kemenangan melawan perusakan kawasan konservasi dan situs warisan dunia oleh pembangunan pariwisata rezim saat ini,” kata peneliti kelahiran Flores itu seperti dilansir dari Tempo, 1 Agustus lalu.

Baca juga: Siapa Sosok Tiara Marleen? Artis yang Menjadi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Cypri percaya zona konservasi di Taman Komodo telah diganggu oleh pemerintah seiring dengan restrukturisasi fisik besar Pulau Rinca yang tidak didukung oleh penilaian dampak lingkungan (Amdal) yang layak, yang menurut Komite harus dinilai oleh IUCN.

Aspek krusial yang ditetapkan pemerintah, katanya, adalah penyerahan ratusan hektar kepada swasta untuk membangun resort eksklusif kelas atas dengan mengorbankan mata pencaharian penduduk pulau Komodo.

“Rencana relokasi warga Komodo untuk menjadikan pulau ini sebagai zona wisata eksklusif adalah ide yang menggelikan,” kata peneliti. “Jika pemerintah bersikukuh dengan rencananya, mereka tidak hanya akan kehilangan muka tetapi juga citra pariwisata Indonesia juga akan sangat menderita.”

Baca juga: Salurkan Bantuan TJSL, PLN Unit Induk Wilayah Sumbar Ajak Mitra Produksi Alat Rumah Tangga

Melalui rekomendasi resmi UNESCO, Cypri menambahkan, pemerintah Indonesia seharusnya tidak lagi berbenturan dengan warga Nusa Tenggara Timur dan kelompok masyarakat sipil internasional karena menurutnya Presiden Jokowi kini menghadapi perlawanan dari komunitas dan organisasi internasional.


Komodo UNESCO
Informasi Anda Genggam


Loading...