Gaya Komentator Valent Simanjuntak Dikritik Saat Final Badminton Ganda Putri di Olimpiade Tokyo, Netizen : Berasa Dengar Khotbah di Gereja....

Devi
Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:16 WIB
Foto : Kabar Besuki R24/dev Foto : Kabar Besuki

RIAU24.COM -  Valentino Simanjuntak ditunjuk sebagai komentator badminton selama perhelatan badminton di Olimpiade Tokyo. Dan ia pun punya jargon-jargon kocak meningkahi pertandingan, seperti "pait-pait-pait", "rata kau", "378 penipuan" atau "siapa kita?"

Dan bukan kali ini saja Valentino Simanjuntak menjadi komentator olahraga.  Pria yang kerap disapa Bung Jebreeet ini lahir di Jakarta, 11 Juli 1982, tepat 39 tahun yang lalu. Pria fenomenal ini banyak dikenal luas berkat ketidakbiasaannya saat membawakan acara pertandingan sepak bola. 

Baca juga: Sir Alex Ferguson Mengatakan Ronaldo Berhak Atas Penghargaan Ballon d'Or Tahun Ini

Meski gaya komentatornya kerap jadi pro kontra di tengah masyarakat, jargon-jargon Valent tetap jadi keseruan bagi sebagian masyarakat. Seperti saat mengomentari final badminton ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020, gaya komentar Bung Jebreet ini pun tak luput dari perhatian netizen.

Salah seorang netizen mengganggap komentarnya seperti ceramah di gereja, karena mengucapkan, "Bagi Tuhan tak ada yang mungkin, bagi Tuhan tak ada yang mustahil." saat Greysia/Apriani memenangkan laga dan sukses membawa Indonesia meraih medali emas.

Seperti video yang diposting lewat akun TikTOk @Kangbucinbola, video Valentino saat berkomentar ini pun jadi viral dan ditonton hingga 116 ribu kali.

Meski dianggap sedikit berlebihan, namun banyak netizen yang mendukung Valentino Simanjuntak.

Seperti yang ditulis, @Rafiee, "Bro yang ngebully bung Valen, cobalah itu liat terharunya dia negara kita juara. Kerjaan komentator emang begitu, klo ga suka ya tinggal ganti channel."

Yang lain menulis, @heyyoo, "Suka banget ama bang Valen, jadi kayak nonton rame-rame..."

Diketahui, awalnya mencari kesesuaian kata, Valent memutuskan “jebreeet” menjadi kata andalan saat mengomentari pertandingan AFF U-19.  

Baca juga: Rayakan Ultah 33 Tahun Sederhana Bersama Istri dan Anak, Mesut Ozil: Alhamdulillah

Sepengakuan dia, kata jebreeet berasal dari pengalaman masa kecilnya ketika bermain sepak bola di kampung.

Beberapa kata fenomenal yang kerap dikumandangan Valent saat menjadi komentator sepak bola banyak istilah yang dibuatnya antara lain ihhhh…ihhhh.ihhh, yah ampun, gerakan 378, peluang 24 karat, keretakan rumah tangga pertahanan, tendangan LDR, jebreeet, sang prahara penghancur keharmonisan rumah tangga, mantan terundang, duo bendungan jatiluhur, umpan membelah lautan,sampai uullaalla.

Dan kini jargon "pait-pait-pait", "rata kau", "378 penipuan" atau "siapa kita?" miliknya jadi viral selama Olimpiade Tokyo 2020.

Sebagai informasi, Bung Jebreeet yang kita kenal saat ini dulunya pernah menjadi pejabat sementara CEO Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI), juga tergabung dalam anggota tim Indonesia All Star Legend (Indonesia XI) saat melawan AC Milan Legends pada September 2011.

Valent lulusan Sarjana Hukum (SH) Universitas Padjajaran, dan menamatkan gelarnya sebagai Magister Hukum (MH). Sebelumnya, Valent pun pernah berprofesi sebagai konsultan hukum bagi HKI pada 2004 sampai 2007 sebelum banting setir menjadi komentator sepak bola.

Dalam dunia enternaiment, Valentino Simanjuntak pernah meraih penghargaan kategori Presenter Olahraga Terfavorit di Panasonic Gobel Awards pada 2018.


Informasi Anda Genggam


Loading...