Hasil Penelitian Mengungkapkan Jika Varian Delta Ternyata Lebih Berisiko Terhadap Wanita Dalam Kondisi Seperti Ini, Bisa Sebabkan Kematian

Devi
Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:41 WIB
Foto : Mstar R24/dev Foto : Mstar
Bea Cukai

RIAU24.COM Varian Delta kini telah menyebar ke seluruh dunia dan ibu hamil selalu disarankan untuk ekstra hati-hati karena meningkatkan risiko tertular virus. Di Inggris misalnya, pemerintah meminta ibu hamil untuk segera mendapatkan vaksin dan data terbaru menunjukkan 98 persen ibu hamil yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 sejak Mei 2021 belum menerima vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 berisiko di mana kondisinya menjadi kritis atau berakhir dengan kematian.

Baca juga: Sering Mual? Ikuti Kiat-kiat Berikut Ini untuk Bantu Mencegah dan Menguranginya



Berikut lima pertanyaan seputar Covid-19 varian Delta dan ibu hamil yang perlu diketahui.

1. Benarkah varian Delta lebih menular ke ibu hamil?

Varian Delta lebih menular dan menyebabkan gejala yang lebih kritis pada semua orang termasuk wanita hamil. Data terbaru dari UK Obstetric Surveillance System (UKOSS) menunjukkan jumlah wanita yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 meningkat karena varian Delta. "Dibandingkan sebelumnya, varian seperti Alpha dan Delta menyebabkan penyakit lebih parah pada ibu hamil," kata Dr Andrew Shenna seperti dikutip CNN.

Ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 membutuhkan perawatan intensif dan menurut data UKOSS, 33 persen pasien wanita hamil membutuhkan bantuan pernapasan sementara 15 persen dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

2. Apa risiko varian Delta pada bayi?

Studi menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 meningkatkan risiko pada ibu dan bayi seperti preeklamsia, infeksi bakteri, dan kematian. Sebuah studi oleh JAMA Pediatrics April lalu menunjukkan bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19 berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur.

Data UKOSS terbaru juga menunjukkan bahwa satu dari lima ibu hamil yang dirawat melahirkan bayinya secara prematur bahkan melahirkan bayi melalui pembedahan juga dua kali lebih tinggi. Sedangkan satu dari lima bayi yang lahir perlu dirawat di unit neonatal selama beberapa bulan.

Baca juga: Proses Terbentuknya Batu Ginjal dan Faktor Penyebabnya

3. Apakah vaksin tersebut aman untuk ibu hamil?

Studi dan data menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 aman untuk ibu hamil dan bahkan dapat melindungi diri sendiri dan mengurangi risiko serta melindungi bayi.

4. Bagaimana vaksin mempengaruhi plasenta?

Ada berbagai mitos terkait vaksin yang mempengaruhi plasenta namun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikannya. Vaksin juga tidak akan membuat seseorang terinfeksi virus atau menyebabkan kemandulan.

5. Menyusui

WHO mendorong ibu yang menyusui bayinya untuk mendapatkan vaksin. Mereka juga dapat terus menyusui karena vaksin tidak menimbulkan risiko bagi bayi.


Informasi Anda Genggam


Loading...