Menu

Asal Ngomong, Pangeran Harry Dicap Pengecut oleh Taliban

Amerita 24 Aug 2021, 00:30
Zabihullah Mujahid dan Pangeran Harry
Zabihullah Mujahid dan Pangeran Harry

RIAU24.COM Saat Pangeran Harry bertugas di Afghanistan, dia mendapat reputasi sebagai pilot yang brilian.

Pangeran Harry pertama kali ke Afghanistan pada 2008 silam, pers Inggris setuju untuk tak memberitakan keberadaannya dengan alasan keselamatan sang pangeran.
zxc1 
Namun, saat tugas keduanya di Afghanistan pada 2012, dia bahkan memberikan tur kepada pers ke dalam kamp nya. Dalam tur itu, tampak Pangeran Harry memperkenalkan dua temannya ke hadapan kamera.

Kedua temannya tampak sedang bermain FIFA di PlayStation. Saat Harry ditanyai tentang bagaimana dia menangani operasi senjata militer, Harry menjawabnya dengan candaan.


“Saya adalah orang yang suka bermain PlayStation dan Xbox. Jadi dengan jempol saya, saya rasa saya cukup berguna. Anda bisa tanyakan kepada orang-orang betapa hebatnya saya kepada orang yang saya kalahkan di game FIFA,” jawabnya.
zxc2 
Jawabannya itu memicu reaksi dan tanggapan pedas dari Taliban. Kelompok teror itu bahkan menjuluki Harry pengecut.


“Untuk menggambarkan perang di Afghanistan sebagai permainan merendahkan siapa pun, terutama seorang pangeran, yang seharusnya lebih baik,” kata seorang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Di negaranya sendiri, Pangeran Harry panen kecaman. Kritikus bernama Harry Mount, mengatakan bahwa Pangeran Harry harus meningat siapa dirinya.

Menurut Mount, perwira Angkatan Darat mungkin wajar bila berbicara dengan istilah santai seperti itu, namun Pangeran Harry si prajurit muda harus ingat dia berada di urutan ketiga pewaris takhta.

Pernyataan Harry juga dikecam oleh seorang perwira senior. Ucapan Harry dinilai terlalu meremehkan nyawa rakyat Afghanistan.

“Tidak seorang pun di Angkatan Darat, harus begitu meremehkan soal nyawa. Saya melihat wawancara dan berpikir 'mengapa Anda mengatakan itu?'. Dia jelas belum belajar menggunakan otak sebelum mulut,” ujarnya.