Taliban Ancam Mahasiswa Inggris: Kalau Saja Tak Ada Tekanan Internasional, Kutembak Mati Kau

Amerita
Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:15 WIB
ilustrasi R24/ame ilustrasi

RIAU24.COM - Seorang mahasiswa kedokteran Inggris mengaku diancam akan dibunuh oleh Taliban jika saja tidak ada tekanan dari masyarakat internasional.

Mahasiswa itu diancam ketika dia berusaha masuk ke bandara Kabul.

Baca juga: Inilah 5 Alasan Orang Korea Mengapa Selalu Sehat dan Bugar


"Kami akan menembakmu mati jika kami tak sedang berada di bawah tekanan masyarakat internasional," kata pria itu menirukan ucapan kelompok Taliban.

Pria berusia 25 tahun yang meminta agar namanya tak disebutkan mengatakan bahwa Taliban membunuh, mencambuk dan menembak anak-anak, wanita, atau siapa saja tanpa pandang bulu.

Pria itu lahir di Afghanistan dan pindah ke Inggris pada 2010. Beliau diberikan kewarganegaraan pada 2015, dan sekarang memasuki tahun ketiga studi medisnya.

Baca juga: Hindari dari Sekarang Jika Tak Ingin Menyesal Seumur Hidup, Ini Bahaya Minum Es Saat Haid


"Taliban hanya menembak tanpa tujuan. Ada tembakan untuk menakut-nakuti orang, mereka memperlakukan semua orang seperti kawanan domba, bukan sebagai manusia." katanya.

"Karena mereka tidak bisa mengatur kerumunan, mereka akan mencambuk wanita, orang tua, anak-anak, siapa pun yang menghalangi mereka."

Mahasiswa kedokteran itu sengaja pulang ke Kabul untuk menikah dengan kekasihnya yang masih tinggal di Afghanistan. Setelah menikah keduanya berencana pindah dan menetap di Inggris

Sayang, rencana tersebut berbalik, keduanya malah terjebak di Kabul namun berhasil melarikan diri di tengah ricuhnya bandara dengan penerbangan evakuasi.


Informasi Anda Genggam


Loading...