Heboh Kemunculan Penista Agama M Kece, Prof Deding Ishak: Akar Masalahnya Kerap Muncul Tenggelam, Seperti Ada yang Merancang

Rizka
Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:40 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Ketua Umum DPP MDI Prof Deding Ishak menanggapi kasus penistaan agama yang kembali muncul harus menjadi perhatian pemerintah, DPR, majelis-majelis Agama.

Dilansir dari republika.co.id, menurut Deding Ishak kasus penistaan agama yang kerap muncul akhir-akhir ini, harus diselidiki lebih jauh. 

"Kasus penistaan atau penodaan agama dengan berbagai modus operandinya bahkan belakangan lewat medsos virtual, perlu untuk ditelisik, diteliti apa yang menjadi akar masalahnya kerap muncul tenggelam, seperti ada yang merancang," kata Ketua Umum DPP MDI Prof Deding Ishak dilansir dari Republika,co.id.

Baca juga: Kasus Rachel Vennya Bakal Diperiksa Polda Metro Jaya, Nikita Mirzani: Polisi Gercep, Semoga Nggak Cuma Bayar Denda yah

Diketahui Polisi menangkap M Kece di Bali pada Rabu (25/8). Dalam akun YouTubenya dia mempermainkan ucapan salam bahkan menistakan lafaz Allah dengan mengganti redaksinya dengan kata Yesus. 

M Kece pun menghina nabi Muhammad dengan menyebut sebagai pengikut jin. Dia juga menyebut, kitab kuning atau kitab turats yang biasa dikaji para santri di pondok pesantren adalah menyesatkan dan menimbulkan paham radikal. 

Kasus penistaan terhadap simbol dan ajaran Islam sudah seringkali terjadi. Bahkan, penistaan agama yang dilakukan M.Kece hanya berselang beberapa bulan dari penistaan agama yang dilakukan pengiat YouTube Joseph Paul Zhang.

Baca juga: Samakan Perempuan dengan Mobil yang Tak Cukup 1, Kiwil Diserang Netizen: Pengen Banget Dihargai, Jadi Tiang Bendera Aje

Pada April lalu, dalam saluran YouTube nya, Zhang mengaku, sebagai nabi ke-26. Ia bahkan menistakan Rasulullah dan ajaran-Nya. 

Akan tetapi hingga kini Zhang belum juga ditangkap polisi. Padahal, telah banyak masyarakat yang melaporkan penistaan agama yang dilakukannya. Keberadaan Zhang di luar negeri disebut-sebut menjadi kendala bagi aparat untuk melakukan proses hukum terhadap Zhang. 


Informasi Anda Genggam


Loading...