Menu

Jubir OPM Akui Penyerangan Pos Koramil, Sebut Perang ke Pemerintah dan TNI-Polri

Riki Ariyanto 3 Sep 2021, 14:09
Jubir OPM Akui Penyerangan Pos Koramil, Sebut Perang ke Pemerinta dan TNI-Polri (foto/int)
Jubir OPM Akui Penyerangan Pos Koramil, Sebut Perang ke Pemerinta dan TNI-Polri (foto/int)

RIAU24.COM - Kabar mengejutkan atas penyerangan Pos Koramil persiapan di kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat yang mengakibatkan empat prajurit TNI meninggal dunia, Kamis, 2 September 2021 dini hari. Kemudian pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bertanggung jawab atas penyerangan itu.

Dilansir dari Okezone, Juru bicara (Jubir)  TPNPB-OPM Sebby Sambom bahkan menyebut hal keji itu dilakukan sebagai bentuk perang ke aparat keamanan Indonesia. "Panglima komando daerah 4 TPNPB-OPM wilayah Sorong Raya bertanggung jawab atas penyerangan dan pembunuhan empat anggota TNI di kampung Kisor," sebut Sebby, lewat pesan suara, Kamis (2 September 2021).

Dalam rekaman suara berdurasi 1 menit lebih itu, Sebby menegaskan bahwa Pemerintah dengan personil TNI-Polri tak usah mengejar ke wilayah permukiman masyarakat. "Kami sarankan aparat TNI-Polri tidak melakukan penyisiran di lingkungan masyarakat sipil, tapi carilah kami di markas, kami siap meski tidak bersenjata," sebut Sebby Sambom.

Sebby Sambom juga menyebut penyerangan ini sebagai bentuk peringatan ke Pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo untuk segera membuka ruang perundingan dengan TPNPB-0PM. "Sepanjang tak ada niat berunding dengan kami, maka TPNPB-OPM akan terus menyatakan perang terhadap aparat TNI-POLRI di seluruh tanah Papua," sebut Sebby.

zxc2
Sebelumnya, Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan bahwa dua pleton gabungan TNI-POLRI telah dikerahkan ke lokasi untuk mengejar kelompok TPNPB-OPM tersebut.