Disekap, Diperkosa, dan Dihamili Ayah Sendiri hingga Miliki 7 Anak, Wanita Ini Dihadiahi Identitas Baru

Amerita
Sabtu, 04 September 2021 | 10:03 WIB
google R24/ame google
Bea Cukai

RIAU24.COM - Seperti kisah di film horor, seorang ayah menyandera putrinya selama bertahun-tahun di ruang bawah tanah yang gelap di bawah rumahnya.

Tetapi bagi Elisabeth Fritzl, kisah ini bukanlah film, ini adalah hidupnya, yang diceritakan kembali dalam Lifetime's Girl In The Basement. 

Baca juga: Pekerja Ini Menghilang Setelah Dia Tidak Sengaja Dibayar Sebanyak 300 Kali Gajinya


Dia diperkosa dan disiksa oleh ayahnya, Josef Frtizl hingga memiliki tujuh anak, satu dari mereka meninggal. Kini Josef Fritzl (85) menjalani hukuman seumur hidup di unit penjara khusus untuk kriminal gila di Krems-Stein, Austria.

Pada 28 Agustus 1984, Josef Fritzl memanggil putrinya yang saat itu berusia 18 tahun ke ruang bawah tanah rumah mereka. Josef sedang memasang pintu ruang bawah tanah yang baru direnovasi dan membutuhkan bantuan untuk membawanya.

Alih-alih membawa pintu, Elisabeth dibuat pingsan oleh ayahnya dengan handuk yang dibasahi eter.

Selama 24 tahun setelahnya, bagian dalam ruang bawah tanah itu akan menjadi satu-satunya yang dilihat Elisabeth.

Baca juga: Seorang Oknum Polisi Menembakkan Puluhan Peluru Kepada Pria Kulit Hitam Hingga Tewas di Ohio


Ibunya, Rosemarie, yang putus asa melaporkan Elisabeth hilang ke polisi. Namun Josef berbohong dan mengatakan Elisabeth kabur untuk bergabung dengan sekte agama sesat.

Selama 24 tahun itu pula Elisabeth dilecehkan dan diserang ayahnya. Tiga dari anaknya dibesarkan oleh Fritzl dan ibu Elisabeth, Rosemarie. 

Rosemarie lagi-lagi ditipu Josef. Josef mengatakan bahwa ketiga bayi itu ditinggalkan Elisabeth di depan pintu rumah mereka karena tak sanggup mengurus anak setelah kabur dan bergabung dengan sekte.

Tiga anak lainnya dibesarkan Elisabeth di ruang bawah tanah dan bebas pada 26 April 2008 saat berusia 42 tahun. Elisabeth berhasil melarikan diri setelah seorang anaknya pingsan dan Josef setuju untuk membawanya ke rumah sakit.

Elisabeth lantas memberitahu perawat yang saat itu mengurus bayinya apa yang dia alami selama 24 tahun terakhir hidupnya. Mereka bergegas melaporkan ke polisi.

Oleh hukum dan pengadilan, Elisabeth dihadiahi nama baru, kini namanya tak lagi Elisabeth Fritzl. Dia dilindung undang-undang super ketat untuk mencegah identitasnya terungkap.

Dia kini tinggal bersama enam anaknya yang masih hidup di sebuah dusun kecil di pedesaan Austria, yang juga tidak dapat diidentifikasi dan hanya disebut oleh media negara sebagai 'Desa X'.

Anak-anaknya kini berusia antara 18 hingga 32 tahun. Mereka semua mendapat perawatan terapi psikologi setiap minggu untuk menghilangkan trauma yang mereka derita di dalam ruang bawah tanah.

Tak hanya itu, rumahnya kini dijaga ketat oleh polisi yang ditugaskan berpatroli di sekitar rumah yang juga dilengkapi CCTV.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...