Bukan Karena Karma, Tapi Ini Penyebab Gancet yang Kerap Terjadi Pada Pasangan Perselingkuhan

Devi
Rabu, 08 September 2021 | 11:30 WIB
Foto : Internet R24/dev Foto : Internet

RIAU24.COM - Di berbagai belahan dunia, fenomena gancet sering kali dikaitkan dengan hubungan seks gelap. Gancet kerap terjadi pada pasangan perselingkuhan dan dianggap sebagai karma karena melakukan hubungan terlarang. Pada kenyatannya, penis captivus atau gancet ini bisa terjadi pada siapa saja. Namun, hal ini memang jarang sekali terjadi. Secara medis, kondisi penis yang terjepit pada vagina bisa terjadi saat otot-otot panggul bawah wanita berkontraksi sangat kuat atau tertarik ketika penis berada dalam vagina.

Gancet adalah keadaan di mana penis terjepit di dalam vagina ketika penetrasi berlangsung. Dalam ranah medis, kondisi seperti ini dikenal dengan istilah penis captivus. Banyak yang percaya gancet berkaitan dengan peristiwa mistis dan bisa menyebabkan kematian, bahkan sampai muncul istilah mati gancet.

Kontraksi tersebut menyebabkan bukaan vagina menyempit. Vagina pun menjadi lebih rapat dan membuat pria kesulitan untuk mengeluarkan penisnya, terutama ketika masih ereksi.

Pasalnya, selama ereksi ukuran penis akan membesar sebelum akhirnya mencapai orgasme. Namun, penis yang terjebak dalam vagina membuat darah mengalir lebih deras menuju batang penis. Akibatnya, penis akan makin membesar dan mengalami ereksi penis yang hebat.

Hal ini membuat organ intim laki-laki tersebut semakin susah keluar dari vagina.

Apa penyebab gancet?
Sebenarnya masih sangat sedikit penelitian medis yang membahas penyebab gancet atau penis captivus secara menyeluruh.
Sedikit penelitian mengenai gancet dapat menandakan bahwa kondisi ini mungkin memang jarang dialami atau tidak banyak dikhawatirkan sebagai masalah yang mengganggu kesehatan seksual. Namun, kontraksi pada vagina yang menyebabkan penis terjebak saat penetrasi berlangsung berhubungan dengan kondisi vaginismus.

Vaginismus terjadi ketika otot-otot di sekitar vagina secara tiba-tiba tertarik saat penetrasi sehingga membuat vagina mengencang dan kaku. Wanita yang mengalami vaginismus bisa merasakan nyeri pada vagina saat berhubungan seks.

Akan tetapi, menurut situs kesehatan dari Britania Raya, NHS, vaginismus bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:

  • ketakutan saat berhubungan seks,
  • memiliki trauma atau pengalaman seksual yang buruk,
  • tidak percaya diri saat melakukan hubungan seks,
  • mengalami trauma dari kesehalahan pemeriksaan organ intim, dan
  • memiliki masalah medis tertentu seperti sariawan kelamin.

Apa penanganan jika terjadi penis captivus?
Jika gancet terjadi, penis biasanya hanya terjepit di dalam vagina selama beberapa detik. Setelah itu, otot-otot panggul bawah wanita akan melemas dengan sendirinya dan Anda bisa melepaskan penis.

Ereksi penis juga akan berangsur-angsur menghilang karena darah yang tadinya berkumpul di daerah intim mulai mengalir ke bagian tubuh lainnya.

Untuk memudahkan pelemasan otot panggul bawah dan penis, sebaiknya Anda jangan panik dan cobalah memikirkan hal-hal yang bisa menghilangkan gairah seks. Sebab bila panik, Anda justru bisa menyakiti pasangan Anda karena memaksa menarik penis keluar.

Jika gancet berlangsung selama beberapa menit dan penis semakin susah dikeluarkan, Anda perlu mencari bantuan medis darurat.

Dokter akan menyuntikkan obat untuk melemaskan otot-otot vagina yang menegang seperti yang biasa digunakan saat persalinan normal.

Bagaimana jika sering terjadi?
Apabila Anda terus mengalami penis captivus selama beberapa kali, sekalipun hanya berlangsung sesaat, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Jika memang gancet berkaitan dengan vaginismus, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vaginismus ini:

Melakukan meditasi atau latihan pernapasan secara rutin untuk merilekskan otot vagina.
Berolahraga secara teratur untuk membuat Anda lebih mudah merasa rileks sekaligus meningkatkan gairah seksual.
Menjalani psikoterapi dengan terapis profesional untuk mengatasi masalah psikologis yang menjadi penyebab.
Menggunakan tampon agar bukaan dalam vagina menjadi lebih lebar.

Benarkah kondisi ini bisa menyebabkan kematian?
Sampai saat ini, fenomena mati gancet belum banyak dibahas oleh para tenaga kesehatan sehingga informasinya masih sangat terbatas.

Belum ada laporan medis yang mencatat bahwa gancet bisa menyebabkan kematian.

Pada kasus-kasus gancet yang dilaporkan, biasanya justru salah satu pasangan meninggal saat seks karena serangan jantung atau stroke.

Kematian saat seks membuat penis yang masih dalam keadaan ereksi jadi sulit ditarik keluar. Ini karena penis masih terjepit otot-otot panggul bawah pada dinding vagina yang berkontraksi.

Padahal, agar bisa menarik penis yang ereksi keluar dari vagina, Anda membutuhkan kesadaran untuk mengendalikan anggota tubuh.

Itulah mengapa mati gancet lebih tepat jika dimaknai sebagai kematian yang berujung pada gancet, bukan malah gancet yang menyebabkan kematian.

Pasalnya, penis captivus sendiri adalah kondisi yang bisa disembuhkan atau diatasi dengan risiko komplikasi yang minim.

Perlu ditekankan lagi bahwa gancet bukanlah fenomena mistis. Kondisi penis captivus ini bisa dijelaskan secara medis dan berkaitan dengan kondisi vaginismus yang dialami wanita.

Namun, gancet tergolong jarang dialami oleh kebanyakan pasangan. Jika Anda sampai mengalaminya, berusahalah untuk tetap tenang dan secara perlahan coba lepaskan organ intim Anda.


Informasi Anda Genggam


Loading...