Kisah Cinta Presiden Jokowi dan Ibu Iriana : Berat Diongkos Tapi Ringan Dihati

Devi
Sabtu, 11 September 2021 | 10:08 WIB
Foto : IDN Times R24/dev Foto : IDN Times

RIAU24.COM - Kisah cinta para pemimpin bangsa selalu menarik untuk disimak. Romansa percintaan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) dan Iriana, misalnya. Kisah mereka begitu sederhana. Jejak kesederhanaan itu hadir ketika keduanya mulai berpacaran. Mereka makan di kaki lima, belajar, hingga bersepeda bersama.

Lebih lagi, Iriana dianggap oleh Jokowi sebagai cinta pertama dan terakhirnya. Meski telah menjadi orang nomor satu di Indonesia, keserderhanaan keduanya masih terbawa hingga Jokowi . Semasa keduanya berpacaran, Jokowi mengaku menyukai kesederhanaan Iriana.

 Di mata Jokowi, Iriana adalah sosok yang tidak neko-neko. Keduanya tak saja menyukai kesederhanaan, tapi hidup seperti layaknya rakyat Indonesia kebanyakan. Lantaran itu kehidupan percintaan keduanya bahkan sering dikait-kaitkan laksana Barrack Obama dan Michelle LaVaughn Robinson (Michelle Obama). Sebuah kehidupan percintaan yang erat dengan prinsip saling mendukung, menghormati, dan mengagumi.

Tercatat, keduanya pertama kali berjumpa ketika Iriana sering berkunjung untuk belajar di rumah Jokowi. Kala itu, Iriana adalah teman dekat dari adik Jokowi, Iit Sriyantini. Setiap Iriana datang, Jokowi sering kali melirik Iriana dari balik pintu yang tertutup gorden. Iriana pun tak menampik bahwa dirinya tahu jika kakak dari Iit Sriyantini tengah mengawasinya di tiap pertemuan. Pun Jokowi mulai memendam rasa pada Iriana.

Baca juga: Heboh Medsos, Ayah Emil Audero Tanggapi Kabar Naturalisasi Anaknya Untuk Timnas Indonesia

“Iriana-biasa disapa Ana-adalah teman akrab Iit Sriyantini adik Jokowi. Waktu Ana dan lit kelas 3 SMA IIl Solo, Jokowi sudah mahasiswa semester tiga Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Iit sering mengajak lriana ke rumahnya, entah untuk sekadar bermain atau belajar bersama. Suatu hari Jokowi sedang pulang ke Solo dan melihat iriana dirumahnya. Jokowi merasakan sesuatu yang berbeda di hatinya,” ungkap Arimbi Bimoseno dalam buku Jokowi: Rapopo Jadi Presiden (2014).

Kemudian, keduanya mulai jatuh cinta. Jokowi jadi lebih sering mendatangi rumah Iriana untuk mengenal lebih jauh sosok yang dicintainya. Iriana yang memilih melanjutkan studi di Yogyakarta. Tepatnya di Universitas Muhammadiyah. Dengan bersekolah di satu kota membuat keduanya makin dekat. Di situ Jokowi dan Iriana saling mendukung dan menyemangati dalam belajar. Kedekatan itu lalu direstui oleh Ibunda Jokowi, Sudjiatmi.

“Dalam ingatan Sudjiatmi, Iriana adalah cinta satu-satunya yang dimiliki Jokowi. Iriana yang adalah teman sekolah Iit, anak keduanya, adalah pacar satu-satunya Jokowi yang kemudian menjadi menantu perempuan satu-satunya dalam keluarga Notomiharjo,” ungkap Sujiatmi dikutip Kristin Samah dkk dalam buku Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi: Kisah Perempuan Pengajar Kesederhanaan (2014).

Jokowi mengemukakan alasan jatuh cinta pada Iriana. Menurut Jokowi, dia terpesona oleh kecantikan dan kesederhanaan Iriana. "Sederhana dan ndeso," tutur Jokowi.

Mendengar itu, istri dari Jokowi yang duduk di sampingnya pun langsung tersipu malu. "Kalau Ibu, apa yang membuat Ibu jatuh cinta sama Pak Jokowi?" tanya wartawan penasaran.

"Bapak pendiam dan kelihatan pintar," jawab Iriana sambil tersenyum.

Jokowi pun menyukai aktivitas mengayuh sepeda. Bersepeda bagi Jokowi adalah aktivitas yang menyenangkan. Bahkan bersepeda sudah menjadi hobi Jokowi sedari masih berada di bangku sekolahan. Bersepeda kemudian menjadi aktivitas selingannya untuk mendapatkan pelajaran akan banyak hal. Terutama, perihal kebersamaan dan romantisme.

Perihal kebersamaan ini, sering ditunjukkan oleh Jokowi ketika dirinya masih duduk di bangku SMP Negeri 1 Solo. Kebetulan Jokowi, memiliki adik tingkat angkatan 1975 bernama Toto. Sehari-hari Toto sering terlihat berjalan kaki ke sekolah. Sedang Jokowi tampak menikmati aktivitas bersepada ke sekolah yang memakan jarak kurang lebih satu kilometer. Pada kesempatan itu, Jokowi tergerak membantu Toto supaya tak lelah dengan menawarkan boncengan ketika pergi dan pulang sekolah.

"Hampir setiap hari saya jalan kaki, sedangkan beliau naik sepeda. Pak Jokowi dulu punya sepeda jengki, lalu saya dibonceng. Mau berangkat sekolah dan pulang kami berboncengan," kata Toto dikutip Domuara Ambarita dalam buku Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar (2012).

Sepeda jengki milik Jokowi adalah sepeda kayuh ukuran besar, namun lebih kecil dari sepeda ontel. Bedanya, sepeda ontel lebih gagal, tinggi, dan memiliki rangka besi berbentuk segitiga. Sedangkan sepeda jengki ukurannya lebih kecil sedikit, dan besi segitiga atas tidak ada. Atau dalam artian lain, sepeda jengki ibarat motor bebek dan sepada ontel adalah motor lelaki.

Tak disangka hobi jokowi dalam bersepeda terus berlanjut hingga dirinya kuliah dan mulai berpacaran dengan Iriana. Bak gayung bersambut, Iriana pun memiliki hobi yang sama dengan Jokowi, yakni bersepeda. Jokowi pun mulai menemukan romantisme dari bersepeda.

Baca juga: Ucap 'Seperangkat Alat Sekolah' saat Ijab Qobul, Pengantin Ini Berhasil Bikin Ngakak, Netizen: Bukan Main Malunya

Hingga kini keduanya sudah menjalani bahtera rumah tangga selama 35 tahun. Namun keduanya terlihat tetap harmonis. Apa saja resepnya ya?

"Biasa-biasa saja, kita jalani biasa-biasa saja. Nggak usahlah saya sampaikan harus begini begitu. Kita ya adanya seperti ini. Apa adanya mengalir," papar Iriana kala itu. 

Dalam beberapa kesempatan, Iriana kerap menunjukkan keromantisannya dengan Jokowi. Seperti merapikan rambut Jokowi yang berantakan. Keduanya juga kerap tertangkap kamera makan sepiring berdua. Pada saat itu, Jokowi dan Iriana mencicipi masakan peserta Lomba Masak Ikan Nusantara yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-72 RI.

Kemesraan mereka juga terlihat ketika Jokowi memayungi dan memegang erat tangan sang istri ketika menuruni tangga pesawat di di Bandar Udara Kingsford-Smith Sydney Airport. Nah, kalau di Papua, giliran Iriana yang memayungi suaminya yang tampil keren dengan motor trail.


Informasi Anda Genggam


Loading...