Menu

Politikus Gerindra Diduga Culik dan Perkosa Empat Siswi SMA di Jayapura, Korban Dianiaya Hingga Dipaksa Minum Alkohol

Rizka 13 Sep 2021, 14:36
google
google

RIAU24.COM -  Seorang politikus dari partai Gerindra diduga lakukan pemerkosaan anak dibawah umur. Selain politikus tersebut, pelaku lain adalah oknum pejabat dari salah satu dinas di Jayapura Papua.

Informasi dugaan pemerkosaan ini pertama kali beredar di media sosial.

"ALERTA ! EMPAT MURID SMU JAYAPURA DICULIK DAN DIPERKOSA KEPALA DINAS KEMEN PU DAN POLITISI GERINDRA," demikian informasi yang dicuitkan @kasmenyalasu pada Jumat, 10 September 2021.

Akun tersebut menyebutkan, pemerkosaan itu menimpa siswa perempuan berinisial DOL, DAL, RW, dan OW, keempatnya berusia 16 tahun.

Dalam kronologi yang dipaparkan @kasmenyalasu, pemerkosaan itu berawal dari ajakan om korban dengan iming-iming jalan-jalan ke Jakarta tanpa sepengetahuan orang tua atau keluarga, pada pertengahan April 2021. Pelaku disebut berjanji memberikan uang kepada korban pada bulan Juni.

Tak hanya diperkosa, para korban disebut diculik dan dianiaya. Para korban disebut dipaksa minum alkohol hingga diintimidasi untuk mengikuti kemauan para terduga pelaku.

Setelah dipaksa minum alkohol sampai tidak sadarkan diri, salah satu korban diduga mengalami kekerasan seksual dari oknum pejabat. Mereka disebut dilarang memberitahukan aksi bejat itu kepada siapa pun, termasuk keluarga.

Pelaku juga disebut berjanji memberikan promosi jabatan kepada orang tua korban dan mengajak korban menangani proyek pembangunan di Papua. 

Di peristiwa berbeda pada bulan yang sama, salah satu dari empat korban diduga menjadi sasaran kekerasan seksual berkali-kali oleh seorang kepala dinas di Provinsi Papua. Pelaku diduga memberikan minum hingga korban tak sadarkan diri.

Menurut @kasmenyalasu, semua kejadian itu terkuak setelah pihak keluarga mendengar desas-desus keberangkatan anak-anak mereka dari teman-teman seusia korban. Keluarga sempat melaporkan kejadian itu ke Kepolisian, tetapi mereka dikabarkan mengalami intimidasi, diduga dari pelaku dan Kepolisian Sektor Heram.