Ledakkan Sebuah Masjid dengan Bom, Pria Ini Timbulkan Kecemasan bagi Minoritas Muslim di AS

Amerita
Selasa, 14 September 2021 | 15:40 WIB
Foto penjara R24/ame Foto penjara

RIAU24.COM - Mantan pemimpin kelompok milisi sayap kanan Illinois dijatuhi hukuman 53 tahun penjara sehubungan dengan pengeboman sebuah masjid di Minnesota pada 2017, Senin (13/9).

Emily Claire Hari, sebelumnya dikenal sebagai Michael Hari, dijatuhi hukuman di Minneapolis oleh Hakim Distrik AS, Donovan Frank setelah dinyatakan bersalah atas lima tuduhan hak-hak sipil dan kejahatan kebencian.

Baca juga: Staff Rumah Sakit Siksa dan Aniaya Pasien selama 3 Bulan Namun Tak Ada yang Melaporkannya


Jaksa menuduh Hari (50) mendalangi pemboman 5 Agustus 2017, Pusat Islam Dar al-Farooq di Bloomington.

Mereka menuduh Hari, Michael McWhorter dan Joe Morris adalah bagian dari kelompok milisi yang menyebut dirinya "Kelinci Putih" dan menargetkan Masjid karena afiliasi Muslimnya.

Pihak berwenang mengatakan Hari membuat bom pipa dan menyewa truk pickup di Illinois. Kemudian, Hari, McWhorter dan Morris membawa truk dari Illinois ke Bloomington, berhenti untuk mengambil bahan bakar diesel dan bensin, yang mereka campur dalam wadah plastik.

Baca juga: Seorang Ayah Paksa Temannya Gali Kuburan Sendiri Sebelum Menikam Jantungnya Hingga Tewas, Alasannya Bikin Maklum


Morris memecahkan jendela dan melemparkan wadah plastik ke dalam masjid, sementara McWhorter diduga menyalakan sekring dan melemparkan bom pipa. Morris dan McWhorter mengaku bersalah dan bertindak sebagai saksi bintang dalam persidangan Hari.

Tidak ada yang terluka dalam serangan itu, tetapi insiden itu memicu ketakutan dan kecemasan di komunitas Islam Minnesota.

"Hari berusaha meneror seluruh komunitas agama. Hukuman hari ini memperjelas bahwa tindakan teror yang dipicu kebencian seperti itu tidak akan ditoleransi," kata Wakil Jaksa Agung, Lisa Monaco dalam sebuah pernyataan. 

 


Informasi Anda Genggam


Loading...