Harga CPO Melemah jadi Penyebab Turunnya Harga Sawit di Riau Pekan Ini

M. Iqbal
Selasa, 21 September 2021 | 11:34 WIB
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja R24/ibl Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja

RIAU24.COM - Dinas Perkebunan (Disbun) Riau mencatat jika harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau periode 22 - 28 September 2021 alami penurunan harga.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau Defris Hatmaja mengatakan ada beberapa fakfor yang menyebabkan harga sawit di Riau naik, yakni faktor internal dan eksternal.

"Faktor internal, turunnya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data," kata dia, Selasa, 21 September 2021.

Baca juga: Sore Hingga Malam Hari, Sebagai Besar Wilayah Riau akan Diguyur Hujan

Dia merincikan, untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 17,10/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 168,68/Kg, PT. Astra Agro Lestari mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 58,00/Kg, PT. Asian Agri mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 41,46/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 18,80/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari mengalami penurunan harga sebesar Rp. 18,18/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 38,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp. 41,09/Kg dari harga minggu lalu.

"Sementara dari faktor eksternal, Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah sepanjang pekan ini, melibas reli yang tercipta sepekan sebelumnya, jelang berakhirnya moratorium pembukaan lahan sawit di Indonesia," lanjutnya lagi.

Baca juga: Di Sumatera Hanya Sumatera Selatan yang Catat Titik Panas Hari ini

Setelah libur sehari sebelumnya karena hari besar Malaysia, harga kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange langsung anjlok 3,9% ke MYR 4.518/ton atau drop 182 ringgit.

"Koreksi tersebut memperparah penurunan selama sepekan, sehingga secara akumulatif harga komoditas ekspor utama Indonesia dan Malaysia ini anjlok 1,2%. Koreksi mingguan tersebut melibas reli yang terbentuk sepekan lalu sebesar 0,5%," tandasnya.


Harga Sawit
Informasi Anda Genggam


Loading...