Alami Krisis Setelah Taliban Berkuasa, PBB Kucurkan Dana Darurat Rp 641 Miliar untuk Bantu Afghanistan

Rizka
Kamis, 23 September 2021 | 15:38 WIB
google R24/riz google

RIAU24.COM -  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan telah mengucurkan US$45 juta dollar (Rp 641 milliar) dalam bentuk dana darurat untuk membantu sistem kesehatan di Afghanistan.

Bantuan PBB tersebut difokuskan ke sistem perawatan kesehatan Afghanistan agar tidak kolaps.

Kepala bantuan PBB Martin Griffiths sempat memperingatkan, "Obat-obatan, pasokan medis, dan bahan bakar hampir habis di Afghanistan".

"Petugas kesehatan penting belum dibayar," tambahnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Beginilah Cara Taliban Perlakukan Pecandu Narkoba yang Diangkut Paksa dari Kolong Jembatan

Sistem perawatan kesehatan Afghanistan jatuh ke dalam krisis setelah Taliban berkuasa bulan lalu, memperumit pengiriman bantuan dan membuat banyak fasilitas kesehatan kekurangan staf.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengunjungi Kabul, bertemu dengan para pemimpin Taliban serta pasien dan pekerja rumah sakit.

"Sistem kesehatan Afghanistan berada di ambang kehancuran. Kecuali tindakan segera diambil, negara itu menghadapi bencana kemanusiaan yang akan segera terjadi," katanya dikutip dari AFP.

Kebutuhan mendesak Griffiths mengatakan, dia mencairkan bantuan dari Dana Tanggap Darurat Pusat PBB.

"Membiarkan sistem pengiriman perawatan kesehatan Afghanistan berantakan akan menjadi bencana," ujar Griffiths.

Baca juga: Tembus Rp 3.300 Triliun, Kekayaan Elon Musk Kalahkan Jeff Bezos Bahkan Bill Gates

"Orang-orang di seluruh negeri akan ditolak aksesnya ke perawatan kesehatan primer seperti operasi caesar darurat dan perawatan trauma."

Adapun dana darurat akan disumbangkan ke badan kesehatan dan anak-anak yang dikelola PBB. Dengan adanya bantuan LSM mitra, PBB juga berupaya menjaga rumah sakit, pusat layanan covid-19 dan fasilitas kesehatan lainnya untuk tetap beroperasi hingga akhir tahun.

"PBB bertekad untuk mendukung rakyat Afghanistan pada saat mereka membutuhkan," tandas Griffiths.
 


Informasi Anda Genggam


Loading...