5 Gejala Gagal Jantung yang Tidak Boleh Disepelekan Jika Ingin Panjang Umur

Devi
Jumat, 24 September 2021 | 10:40 WIB
Foto : India.com R24/dev Foto : India.com

RIAU24.COM -  Di Indonesia, kasus gagal jantung terus meningkat. Ini adalah kondisi progresif dan kronis, di mana otot jantung menjadi kaku dari waktu ke waktu dan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik, sehingga membatasi jumlah oksigen dan nutrisi yang beredar ke organ vital tubuh.

Alasan utama di balik meningkatnya insiden gagal jantung di masa muda sesuai dengan studi Gagal Jantung Kongestif Internasional, usia rata-rata pasien gagal jantung di India adalah 59 tahun, yaitu sekitar 10 tahun lebih muda daripada pasien dari negara barat. 

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak, meningkatnya tingkat stres, dan asupan junk food yang lebih tinggi dikombinasikan dengan paparan polusi membuat semakin banyak anak muda di India di bawah cengkeraman penyakit jantung.

Baca juga: Mengerikan, Inilah 3 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berolahraga Larut Malam

Mayoritas pasien gagal jantung didiagnosis pada saat rawat inap pertama mereka.

Hal ini jelas menunjukkan kurangnya kesadaran dan ketidaktahuan tentang tanda-tanda gejala gagal jantung. The Heart Failure Society of America mengembangkan alat praktis yang menggunakan akronim FACES yang membantu dokter dan pasien dengan cepat menemukan kemungkinan kombinasi gejala gagal jantung. 

Sunil Sofat, Direktur, Departemen Kardiologi Intervensi, Rumah Sakit Jaypee (Noida) membagikan 5 tanda peringatan yang tidak boleh Anda abaikan yakni 

  • Sesak napas.
  • Kelelahan berlebih.
  • Pembengkakan di beberapa bagian tubuh
  • Sering buang air kecil pada malam hari. 
  • Jantung berdetak cepat.

Baca juga: 8 Camilan Sehat yang Dapat Anda Kunyah Saat Tengah Malam Tanpa Rasa Bersalah

Lima tanda peringatan ini tidak mengkonfirmasi diagnosis gagal jantung; namun, mereka menyampaikan rasa urgensi untuk mencari bantuan medis.

Lebih lanjut Dr. Sofat membagikan tips untuk jantung yang sehat:

  • Kurangi asupan garam- Hasil natrium dalam retensi air dalam tubuh yang memperburuk penumpukan cairan terkait dengan gagal jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi asupan garam untuk mengelola gejala gagal jantung. Dengan lebih banyak cairan dalam tubuh, jantung berjuang untuk memompa dengan benar.
     
  • Hindari minum alkohol dan merokok- Alkohol dan merokok dapat merusak jantung. Konsumsi alkohol menyebabkan tekanan darah tinggi. Dengan demikian, pasien dengan gagal jantung sangat disarankan untuk benar-benar berhenti merokok dan konsumsi alkohol.
     
  • Lakukan olahraga ringan dan jalan kaki- sangat penting untuk melakukan 20-30 menit aktivitas fisik ringan sebagai bagian dari rutinitas harian. Jalan cepat atau jogging memperkuat otot jantung dan membantu mengatur aliran darah. Ini akan membantu menjaga berat badan Anda tetap terkendali, serta juga mengontrol tekanan darah. Untuk pasien gagal jantung, disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai segala bentuk olahraga
     
  • Menjaga pola makan yang sehat- Menjaga kontrol yang tepat pada kebiasaan makan adalah wajib bagi pasien gagal jantung. Dianjurkan untuk memasukkan sayuran ke dalam makanan, menahan diri dari daging merah dan membatasi konsumsi minuman manis dan soda.

Informasi Anda Genggam


Loading...