Diawaki WNI, KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia yang Curi Ikan di Selat Malaka

M. Iqbal
Rabu, 29 September 2021 | 11:43 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap satu kapal ikan yang melakukan illegal fishing berbendera Malaysia di Selat Malaka pada Ahad, 26 September 2021 lalu.

Dilansir CNN Indonesia, kapal asing yang dilengkapi dengan alat tangkap jenis trawl itu ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka.

"Aparat kami berhasil mengamankan satu kapal pelaku illegal fishing berbendera Malaysia dengan alat tangkap trawl yaitu SLFA 5219", kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Rabu, 29 September 2021.

Baca juga: Akhirnya! Maudy Ayunda Siap Lepaskan Masa Lajang, Seleksi Ketat Sosok Calon Suami

Saat ditangkap, Adin mengatakan seluru awak kapal beserta nakhoda yang berjumlah empat orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu menandakan masih marak penggunaan nelayan Indonesia oleh kapal asing untuk mencuri ikan di laut Indonesia.

"Ini modus operandi yang masih sering kita temui khususnya di WPPNRI 571 Selat Malaka. Jadi mereka menggunakan nelayan-nelayan Indonesia untuk melakukan pencurian ikan di wilayah perairan kita," kata Adin.

Sebelum tertangkap, Adin menjelaskan sempat terjadi kejar-kejaran antara Kapal Pengawas Hiu 17 dengan kapal ilegal tersebut. Usai penangkapan, kapal beserta seluruh awak kapal dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam untuk menjalani proses hukum lanjutan.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono mengaku pihaknya kerap mengamankan kapal Malaysia yang diawaki oleh nelayan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: 15 Tahun Cacing Pita Bersarang di Otak Seorang Pria Karena Seing Makan Ini

Ipunk merinci bahwa pada tahun 2020, sebanyak 8 kapal dengan 29 orang awak WNI berhasil diamankan, sedangkan pada tahun 2021 terdapat 9 kapal dengan 32 orang WNI yang ditangkap di perairan Selat Malaka.

"Selama dua tahun ini ada 61 nelayan Indonesia yang bekerja di kapal Malaysia dan melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia. Ini tentu harus menjadi perhatian kita semua," terang Ipunk.

Ipunk mengklaim jajarannya di lapangan akan tetap menindak tegas para pelaku pencurian ikan tersebut. Hal itu menurutnya juga sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menginstruksikan jajaran Ditjen PSDKP untuk menjadi Benteng KKP dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan.


Informasi Anda Genggam


Loading...