Menu

Bantah Tudingan Gatot Nurmantyo, Pangkostrad Tegaskan PKI Sudah Tak Ada Lagi: Menghadirkan Satu Kebohongan yang Disamarkan

Rizka 30 Sep 2021, 14:00
google
google

RIAU24.COM -  Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman membantah pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang menyebut TNI AD telah disusupi PKI.

Dudung meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan hal ini.

"Apabila ada, berarti kan anak buah kami sudah laporan. Itu kalau kami laporan itu setiap hari," kata Dudung dalam diskusi dengan Radio Elshinta dikutip dari TEMPO.CO, Kamis (30/9).

Lebih lanjut, Dudung mengatakan Babinsa di lapangan telah dibekali tugas untuk deteksi dini, cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat. Mereka juga diberi kemampuan pembinaan teritorial dengan radius 500 meter, 1 kilometer, sampai 5 kilometer.

"Di situ kami mengenal lingkungan, adaptasi lingkungan, menguasai lingkungan. Sehingga ketika ada terjadi sesuatu, ada perkembangan signifikan kegiatan salah satunya terpengaruh dengan komunisme, itu kami akan tahu duluan," kata Dudung.

Meskipun mengaku belum ada laporan terkait munculnya paham komunisme, namun Dudung mengatakan TNI tetap waspada. Kewaspadaan ini, kata dia, tak hanya dilakukan setiap September jelang peringatan Gerakan 30 September (G30S).

Ia justru mempertanyakan pihak-pihak yang hanya menghembuskan isu komunisme setiap 30 September saja. Padahal, ia mengatakan, yang harus diwaspadai justru bukan hanya kemunculan paham komunisme saja, tapi juga paham ekstrem kanan.

"Jangan kita mengalihkan ke PKI yang sudah dibubarkan dan saat ini, menurut saya, sudah tak ada, kemudian dihembuskan kembali dengan dalil apapun, seakan-akan itu ada. Ini kalau menurut saya kekhawatiran yang kadaluarsa. Yang justru menghadirkan satu kebohongan yang disamarkan. Seakan-akan terus berulang dan ini benar. Sehingga masyarakat percaya," kata Dudung Abdurachman.