Akui Tersinggung, Gubernur Gorontalo Kecam Aksi Risma Marahi Pegawainya, Netizen: Pentingnya Adab, Ilmu Saja Tidak Cukup

Rizka
Minggu, 03 Oktober 2021 | 12:36 WIB
google R24/riz google
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Video kemarahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pada salah satu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam rapat kerjasama perihal distribusi Bantuan Sosial, Kamis (30/9) viral di media sosial. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akui tersinggung dengan sikap Risma.

Rusli menilai sikap marah-marah yang dilakukan Risma sembari menunjuk warganya menggunakan pena tidak patut dilakukan. Selain itu, aksi Risma tersebut dinilai memberikan contoh buruk soal bagaimana seorang pejabat sekelas menteri bersikap.

"Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik," jelasnya dikutip dari unggahan Instagram @memomedsos, Sabtu (2/10).

Baca juga: Najwa Shihab Sentil Pemerintah Terkait RUU KUHP Ancaman Penjara: Ajak Banyak Profesi hingga Trending di Twitter

Ia kemudian mengingatkan agar Risma dapat menjaga sikapnya di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang.

"Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi," sambungnya.

Terkait aksi Risma yang marah-marah, Rusli mengaku baru mendapatkan informasi sesudah peristiwa tersebut beredar di media sosial. Pasalnya, ketika kejadian itu berlangsung dirinya sedang mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertandang ke Kabupaten Boalemo.

"Bolehlah emosi, tapi jangan kelakuan seperti itu dong. Itu pegawai saya, meskipun dia pegawai rendahan, tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal Menteri Nani Soedarsono, para dirjen, tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima," tegasnya.

Secara khusus, Rusli juga meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi sikap Risma yang dalam banyak kesempatan selalu emosional. Apalagi aksinya tersebut kadung viral dan telah membuat heboh warga Gorontalo.

"Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu," pungkasnya.

Pernyataan Rusli ini lantas mendapat sorotan netizen, banyak yang turut mengecam Risma dan menilai aksi itu tidak beradab.

Baca juga: Indonesia Didesak Untuk Memperketat Pembatasan Karena Kasus Subvarian Omicron Meningkat

"Itu pentingnya adab, karena ilmu saja tidak cukup," tulis @indahpasim***

"Ketinggian dari ilmu adalah adab. Memarahi seseorang didepan umum bukan akan memperbaikinya tapi merusak mentalnya," tulis @zenal_hafi***

"Di negara ini yang penting marah aja dulu hehe," tulis @rahmawan***


Informasi Anda Genggam


Loading...