BUMDES Olang Putieh Hulu Kuantan Perlu Pembinaan dan Pelatihan, Saat Ini Menunggu Izin Usaha

Replizar
Senin, 04 Oktober 2021 | 08:11 WIB
 Depot Air BUMDES Olang Putieh R24/zar Depot Air BUMDES Olang Putieh

RIAU24.COM -  Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dan menambah pendapatan Desa. Sebab BUMDES yang terdapat di setiap desa dikelola oleh masyarakat desa, yang diketahui ada yang berhasil dan ada pula yang belum berhasil.

Baca juga: Tahun 2021 di Kuansing Dibangun 54 Unit RLH dari Anggaran DAK

Salah satunya BUMDES yang belum berhasil dan bahkan masih jalan ditempat, atau belum ada melakukan kegiatan usaha yakni BUMDES Olang Putieh Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan, yang mengelola usaha Depot Air dan Air Kemasan.

"BUMDES Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan saat ini memang belum berjalan sebagaimana mestinya, padahal BUMDES dengan usaha Depot Air dan Air Kemasan memiliki prospek sangat baik, dan satu satunya yang terbaik di Kuansing," Ungkap Plt. Kepala Inspektur Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Darwin ketika dihubungi Riau24. Com diruang kerjanya akhir pekan lalu.

Dikatakannya, anggaran untuk pendirian BUMDES tersebut, sekitar Rp 166 Juta pada Tahun Anggaran 2019, dan Rp 68 juta pada Tahun Anggaran 2020. Oleh karena itu, katanya, Inspektorat Kuansing mendorong agar dilakukan pembinaan dan pelatihan untuk para pengelola BUMDES. " Mungkin karena kurang pembinaan dan pelatihan para pengelola BUMDES tersebut, menyebabkan belum berjalan," ujarnya.

Dia tidak menginginkan adanya kegiatan Bumdes yang tidak di ketahui oleh masyarakat, karena telah menghabiskan anggaran cukup besar. " Kita tidak menginginkan kegiatan BUMDES, yang tidak diketahui oleh masyarakat. Namun pada intinya, pihaknya sangat mendukung program Bumdes tersebut," sebutnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Desa Sungai Alah, M. Rizal mengakui kalau BUMDES yang terdapat di Desanya memang belum berjalan sebagaimana mestinya. " BUMDES Desa Sungai Alah bukan tidak berjalan, akan tetapi terkendala pada izin usaha, jika izin usahanya sudah keluar oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kuansing, sudah barang tentu bisa berjalan," Ujarnya.

Menurutnya, Tidak mungkin BUMDES Desa Sungai Alah yang bernama BUMDES Olang Putieh, yang saat ini berusaha di Depot Air dan Air Kemasan telah memproduksi dan dijual kepada masyarakat tanpa ada izin usaha. 

"Saat ini kami tinggal menunggu izin usaha dari DPMPTSP-Naker, dan jika usahanya sudah keluar, sudah barang tentu kita akan produksi untuk dijual kepada masyarakat," tuturnya.

Sebab, sambung dia, Bumdes yang didirikan pada tahun 2018, kini telah menampakkan hasil dan bukan tidak berjalan sebagaimana informasi yang beredar ditengah tengah masyarakat. 

"Silahkan datang ke Bumdes Sungai Alah, saksikan dan rasakan sendiri air kemasannya. Penyebab belum diketahui secara luas oleh masyarakat, karena memang belum bisa diperjual belikan. Sebab belum keluar izin usaha nya dari instansi terkait," sebutnya.

Dia juga mengatakan bahwa BUMDES Olang Putieh ini telah mendapat bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Riau sebesar Rp166 juta pada Tahun 2019, dan tahun 2020 kembali menerima Bankeu sebesar Rp68 juta. Bahkan pada Tahun 2021 ini juga akan menerima Bankeu dari Provinsi Riau, tetapi jumlahnya belum diketahui besarannya.

"Bumdes ini berdiri pada tahun 2018, namun karena tersangkut modal untuk, sehingga belum bisa berjalan. Setelah peroleh Bankeu Provinsi pada Tahun 2019 dan 2020, maka dibuatlah Program usaha berupa Depot Air dan Air Kemasan," Tambahnya.

Dengan Bankeu Provinsi tahun 2019, ujarnya, maka dibeli seperangkat mesin dari Pekanbaru yang telah mendapatkan jaminan, dan dibantu dengan tenaga teknis untuk mengoperasikannya serta teknik perawatan mesin tersebut. Selanjutnya melalui Bankeu tahun 2020 dibuat Sumur Bor, dan izin usaha untuk BUMDES Depot Air dan Air Kemasan.

Selain itu papar dia lagi, BUMDES Olang Putieh ini juga sedang menambah kedalaman sumur bor, yang diperkirakan akan mencapai sekitar 120 meter. Dan setelah selesai izin operasional dan penambahan sumur bor, tentu usaha ini akan dikelola dengan baik, karena diperkirakan perhari mampu berproduksi mencapai 25 kotak atau 1.000 pc per jam. 

"Kita rencanakan akan beroperasi secara optimal pada akhir tahun 2021," imbuhnya.

Jika usaha Depot Air dan Air Kemasan ini telah berjalan, maka, katanya, akan dapat menampung tenaga kerja lokal sedikitnya lima orang. 

Baca juga: Plt Bupati Serahkan Piagam dan Hadiah LKTJ, Wartawan Riau24.com Raih Juara Harapan

"Itu baru untuk wilayah Desa Sungai Alah, Sungai Pinang dan Tanjung, jika sudah merambah ke seluruh desa di Kecamatan Hulu Kuantan, tentu akan lebih banyak lagi menampung tenaga kerja," Tuturnya. (Zar)***


Informasi Anda Genggam


Loading...