Demorkat Kubu AHY Sebut Motivasi KLB Deli Serdang Hanya Karena Uang

M. Iqbal
Senin, 04 Oktober 2021 | 09:59 WIB
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra R24/ibl Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra

RIAU24.COM - Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra mengatakan jika peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang pimpinan Moeldoko motivasinya hanyalah uang semata.

"Mereka adalah para mantan kader Partai Demokrat (PD) dan bahkan banyak juga yang hadir adalah beberapa kader partai lain. Motivasi para peserta KLB yang dilakukan di Deli Serdang itu tentu hanya sekadar imbalan uang saja," ujar Herzaky dilansir dari Sindonews.com, Senin, 4 Oktober 2021.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi yang hadir di KLB ilegal itu bukanlah pemilik suara yang sah. Para peserta yang hadir mendapat janji diberi uang Rp100 juta.

Baca juga: Jelang Mukerwil, Plt Ketum PPP Mardiono Kunjungi Rumah Kader Senior di Pekanbaru

"Nyatanya, hanya sekitar 30-an orang yang diberi Rp100 juta. Sisanya bervariasi, mulai dari lima juta hingga dua puluh lima juta. Karena itu, terjadi kekacauan di pihak KSP Moeldoko. Banyak yang kecewa dan menuntut janji-janji palsu yang tidak tertunaikan," ucapnya ll.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat ini menyebutkan koar-koarnya Johny Allen Marbun bahwa sesegera mungkin pada 9 Maret 2021 Kemenkumham akan mengesahkan hasil KLB tidak mendapat tanggapan.

"Kenyataannya? Kita tahu semua, pemerintah cukup adil dan bijaksana. Kemenkumham menolak hasil KLB. Ini pukulan terberat bagi KSP Moeldoko," tutur Herzaky.

Baca juga: Ketika Presiden 2024 Hanya Diisi Oleh Orang Islam dari Jawa

Partai Demokrat kubu AHY, kata Herzaky akan terus waspada dengan berbagai upaya dan manuver yang dapat dilakukan oleh Moeldoko untuk memecah-belah Partai Demokrat.

"Kami diingatkan oleh beberapa jenderal bintang empat bahwa KSP Moeldoko tidak akan berhenti. Selama dia masih di KSP, masih bercokol di Istana, dia akan menggunakan kekuasaannya untuk mencapai ambisinya. Peringatan itu terbukti. KSP Moeldoko melakukan beberapa kali rapat untuk melanjutkan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat," terang Herzaky. 


Informasi Anda Genggam


Loading...