Menu

Ubah Azan Dalam Bahasa Turki, Jasad Presiden Ini Disebut-Sebut Mengeluarkan Bau dan Harus Diberi Batu Marmer Seberat 44 Ton, Ini Fakta Sebenarnya..

Devi 6 Oct 2021, 14:07
Foto : Internet
Foto : Internet

RIAU24.COM - Tokoh peletak dasar Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk (1881-10 November 1938) adalah figur yang mengerahkan reformasi besar-besaran di Turki dan mengubah negeri itu menjadi bangsa sekuler dan industrial. Namun, meski dikagumi, tak sedikit pula rumor serta kontroversi yang dialamatkan kepadanya. Meski Ataturk dijuluki Bapak Orang Turki, namun dialah yang telah memisahkan agama dari sistem pemerintahan. Dia juga dijuluki bapak sekularisasi di Turki. Sebab, setelah dia resmi menjadi presiden, Ataturk mengubah sistem pemerintahan Islam menjadi sekuler.

Di antaranya menghapus syariah Islam dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan, mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum barat, menutup beberapa masjid dan madrasah, mengganti agama Negara dengan sekularisme. Dia juga mengubah azan ke dalam bahasa Turki. Dulu, banyak masyarakat Turki yang menangis dibawah menara. Karena merindukan adzan sesauai bahasa aslinya. Adzan adalah lambang agama. Di mana pun dikumandangkan adzan di seluruh dunia, bahasanya sama.

Tak hanya itu. Ataturk juga  melarang pendidikan agama di sekolah umum, melarang jilbab bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah. Presiden itu juga mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum barat, pakaian, kalender, serta alfabet, dan mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf latin.

zxc1
Ataturk meninggal di Istana Dolmabahce di kota Istanbul pada 10 November 1938 pukul 09.05 pagi. Ia saat itu berusia 57 tahun dan diduga meninggal karena mengalami pengerasan liver.

Makam Presiden pertama Republik Turki Mustafa Kemal Ataturk berada di atas bukit. Namanya Anitkabir. Ada empat bagian utama dari Anitkabir. Yaitu Jalan Singa, lapangan terbuka Victory Square, The Hall of Honor/Aula Kehormatan (lokasi makam Ataturk), dan taman perdamaian yang mengelilingi monumen.

Disebut Jalan Singa karena di sepanjang jalan untuk pejalan kaki yang panjangnya 262 meter ini pada kedua sisinya berdiri 12 pasang singa. Di ujung jalan ini terbentang lapangan terbuka (Victory Square). Area sepanjang 129 m dan lebar 84 m ini dirancang untuk menampung 40.000 orang pada acara-acara seremonial.

The Hall of Honor terletak di sebelah kiri lapangan terbuka dan merupakan simbol ikon Anitkabir itu sendiri. Di sinilah makam Ataturk berada. Struktur bangunan The Hall of Honor ini memanjang ke samping dengan panjang 41,65 m dan lebar 57,35 m. Serta naik tangga hingga ketinggian 17 m dari lapangan terbuka.

Makam Ataturk terletak tepat di bawah sarkofagus (peti marmer) seberat 40 ton. Sedangkan mayat Ataturk dimakamkan di dalam kamar makam khusus di tingkat bawahnya. The Hall of Honor berbentuk oktagonal dengan gaya arsitektur Seljuk dan Ottoman, serta langit-langit berbentuk piramida dihiasi mozaik emas.

Di kanan-kiri makam, terdapat areal sebagai Museum Ataturk. Tempat dipamerkan pakaian sipil dan resmi Ataturk, barang-barang pribadinya, berbagai hadiah yang diberikan kepadanya, medali, prangko, koin, mobil, dan foto-foto.

Ketika Ataturk meninggal 10 November 1938, jasadnya tidak bisa dimakamkan segera. Banyak ulama yang enggan memakamkan. Mayatnya disimpan di Istana Dolmabahce. Kemudian dipindah di Museum Etnografi, Ankara. Baru pada 10 November 1953 jasad Ataturk dipindah ke Anitkabir. Atau 15 tahun setelah kematiannya. Jasadnya diawetkan seperti mayat Firaun.

Pembalseman dilakukan oleh Prof Lutfi Aksu dari Gulhane Military Medical Academy (GMMA) di Ankara, seperti ditulis koran Hurriyet pada tahun 1998. Jenazahnya disemayamkan sementara saudarinya Makbule Atadan, para pejabat tinggi Turki dan orang berpengaruh lainnya memberi penghormatan terakhir selama 3 hari penuh.

Namun dilansir dari Tempo, Yan Ainaya Al Choiroh, seorang mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Turki. Yan memastikan tidak ada bau busuk yang keluar dari makam Mustafa Kemal Ataturk.

Yan mengaku sudah dua tahun berada Turki. Terakhir kali ia mengunjungi museum makam Mustafa Kemal Ataturk pada 29 Agustus 2021.

“Selama berada disekeliling makam saya tidak mencium aroma apapun,” kata Yan.

Pengakuan serupa juga disampaikan seorang pengunjung asal Indonesia melalui video yang diunggah ke Youtube oleh kanal Faisal Nasution pada 15 April 2020 dengan judul, “Makam Mustafa kemal Attaturk Bau??  Komplek Makam Mustafa kemal Attaturk.”

“Kata orang bau kuburannya. Eh tidak bau yah. Karena ini udara terbuka yah. kita tidak bisa mencium ada bau bau yah karena udaranya terbuka. Jadi kalau udara terbuka gini kita gak bisa mencium ada yang bau ada yang apa,” kata perekam video.

Jadi  klaim bahwa makam Mustafa Kemal Ataturk mengeluarkan bau busuk adalah hal keliru. Jenazah Mustafa Kemal Atatürk dimakamkan di tanah. Tepatnya di lantai dasar mausoleum. 

Ruang makam terletak tepat di bawah batu makam simbolis yang ditempatkan di lantai pertama mausoleum. Sejumlah pengunjung makam Mustafa Kemal Ataturk asal Indonesia mengaku tidak mencium bau busuk saat berada di dalam museum tersebut.