Menu

Kisah Sum Kuning Si Penjual Telur yang Dirupaksa Oleh Anak Petinggi Negeri Secara Beramai-Ramai, Mencoreng Wajah Penegakan Hukum Indonesia

Devi 8 Oct 2021, 15:39
Foto : VOI
Foto : VOI

Kasus Sum semakin mengemuka karena persidangannya jadi sidang pertama yang digelar tertutup. Wartawan tak diizinkan meliput. Khalayak umum mulai mengendus keganjilan dalam kasus pemerkosaan seorang penjual telur. 

Kontroversi dari kasus Sum kian merebak karena muncul versi dari makelar mobil bernama Budidono. Ia mengaku jadi salah satu dari empat pemuda yang memerkosa. Budidono kemudian memaparkan fakta mencengangkan bahwa ada keterlibatan anak para penggede di Yogya semakin memanaskan keadaan.

Budidono, dalam laporan majalah Tempo edisi 2 Oktober 1971 menjelaskan orang yang bersamanya tak lain mur purta dari Brigjen Katamso. Sementara lainnya adalah Angling Putra dari Paku Alam VIII, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Yogyakarta. Terakahir, adalah Ismet.

Laporan itu segera membuat perhatian warga Yogyakarta dan Indonesia terfokus pada kasus Sum Kuning. Khalayak tambah curiga lagi karena pada zaman itu hanya orang kaya dan sangat kaya saja yang memiliki mobil.

“Di Yogyakarta juga pernah terjadi kisah seorang penjual telur yang kemudian terkenal dengan sebutan Sum Kuning. Setiap hidung penduduk Yogyakarta bisa dan telah mengendus bahwa yang memperkosa Sum Kuning, antara lain, putra seorang pejabat sangat tinggi di Yogyakarta,” tulis Bakdi Soemanto dalam buku Membaca Sapardi (2010).

Beda sikap Hoegeng dan Soeharto

Halaman: 234Lihat Semua