Ramai! Seorang Guru Lepas Jilbab Anak Kelas Dua SD di New Jersey

Amerita
Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:48 WIB
Sumber foto: AP R24/ame Sumber foto: AP

RIAU24.COM - Seorang guru berusaha melepas jilbab seorang gadis Muslim kelas dua di New Jersey, AS, yang karenanya membuat keluarga anak itu marah.

Insiden itu terjadi Rabu pekan lalu (6/10) di Sekolah Dasar Seth Boyden, ketika guru bernama Tamar Herman diduga mencoba melepas jilbab Sumayyah Wyatt di depan teman-teman sekelasnya, yang menurut keluarga gadis itu membuatnya trauma. 

Baca juga: Ibu Ini Ceritakan Bagaimana Bayinya Tak Sengaja Telan Baterai Kancing, Peringatkan Para Orang Tua


Gadis kecil itu mencoba memegang jilbabnya ketika Herman mencoba melepaskannya. Fencer Ibtihaj Muhammad adalah salah satu orang pertama yang mengutuk tindakan anti-Muslim.

"Herman mengatakan kepada muridnya bahwa rambutnya indah dan dia tidak harus memakai jilbab lagi ke sekolah. Bayangkan menjadi seorang anak dan menanggalkan pakaianmu di depan teman-teman sekelasmu," kata Muhammad. 

"Bayangkan penghinaan dan trauma pengalaman ini padanya. Ini adalah pelecehan. Sekolah harus menjadi surga bagi semua anak-anak kita untuk merasa aman, diterima dan dilindungi tidak peduli apa agama mereka."

Baca juga: Ke-14 Anaknya Laki-laki, Ayah Ini Kaget Saat Diberitahu Dokter Bayinya yang Baru Lahir Berjenis Kelamin Perempuan


Distrik Sekolah South Orange-Maplewood mengatakan sedang menyelidiki tuduhan tersebut, menambahkan bahwa "memperhatikan masalah diskriminasi dengan sangat serius." 

Namun, kelompok advokasi Muslim Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang New Jersey mengatakan bahwa guru tersebut harus segera dipecat atas insiden Islamofobia tersebut.

"Guru rasis seperti ini tidak bisa dipercaya di sekitar anak-anak kita," kata Direktur Eksekutif Selaedin Maksut di Twitter.

Dewan Hubungan Amerika-Islam di New Jersey sedang menyelidiki kasus ini dan telah menyerukan agar guru tersebut dipecat.

"Jilbab sama seperti pakaian wanita Muslim lainnya. Menghapusnya di depan umum bisa sangat memalukan," kata Selaedin Maksut, direktur eksekutif CAIR-NJ. 


Informasi Anda Genggam


Loading...