Kasus Siswa Tenggelam Saat Pembersihan Sungai di Jawa Barat Jadi Sorotan Media Internasional

Devi
Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:55 WIB
Foto : Aljazeera R24/dev Foto : Aljazeera

RIAU24.COM -  Sebelas siswa tenggelam dan 10 lainnya diselamatkan saat tamasya sekolah untuk pembersihan sungai di provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Pejabat setempat mengatakan pada hari Sabtu bahwa 150 siswa, berusia 13 hingga 15 tahun, berpartisipasi dalam pembersihan di sepanjang tepi sungai Cileueur ketika 21 dari mereka tergelincir ke dalam air.

Baca juga: Kisruh Musda Partai dan Kecewa Dengan AHY, Asri Auzar: Saya Bangga Keluar dari Demokrat



“Cuacanya bagus dan tidak ada banjir bandang,” kata Deden Ridwansyah, Kepala SAR Bandung. 

“Anak-anak yang tenggelam itu saling berpegangan tangan. Salah satu dari mereka terpeleset dan yang lain mengikuti.”

Warga dan tim penyelamat berhasil menyelamatkan 10 siswa, yang dikirim ke rumah sakit terdekat.

Semua korban ditemukan dan pencarian berakhir pada Jumat malam.

Dilansir dari Aljazeera, para siswa tampaknya tidak mengenakan perangkat flotasi.

Baca juga: 10 Anak Ini Terlahir Kaya Sejak Dini, Bahkan Bocah 6 Tahun Punya Rp70,5 Triliun


Beberapa laporan mengatakan mereka mencoba menyeberangi sungai, yang populer untuk arung jeram dan ban dalam, ketika mereka jatuh.

Tim penyelamat menggunakan rakit tiup oranye besar untuk mencari korban.

Hujan sering menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang di Indonesia, di mana jutaan orang tinggal di daerah pegunungan atau dekat dataran banjir.

Trekking sungai dilarang untuk anak-anak dan remaja selama musim hujan, yang dimulai pada akhir November.

Pada Februari tahun lalu, 10 pramuka tewas setelah tersapu banjir bandang yang juga menyebabkan hampir dua lusin terluka.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...