Rasis! Belanda Lakukan Penyelidikan Rahasia Terhadap Masjid-masjid, Termasuk Imam dan Jamaah, Rela Habiskan 4 Miliar

Amerita
Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:07 WIB
ilustrasi R24/ame ilustrasi

RIAU24.COM - Melalui perusahaan swasta yang sengaja dikontrak, beberapa kota di Belanda melakukan penyelidikan "melanggar hukum" terhadap masjid dan lembaga komunitas Muslim, seperti yang diungkapkan oleh laporan media lokal pada Minggu (17/10).

Harian Belanda NRC melaporkan bahwa setidaknya 10 kota di negara itu menyelidiki masjid, imam, pejabat asosiasi masjid, dan orang-orang yang aktif di masyarakat.

Baca juga: Tersedak Anggur, Bocah Berusia 5 Tahun Ini Dilarikan ke Rumah Sakit


Kotamadya yang terlibat dalam penyelidikan tersebut termasuk Rotterdam, Delft, Almere, Huizen, Leidschendam-Voorburg, Zoetermeer, Veenendaal, dan Ede.

Laporan tersebut mengklaim bahwa NTA (Nuance door Training en Advies), sebuah perusahaan konsultan yang menginformasikan pemerintah tentang radikalisasi, dibayar oleh koordinator nasional untuk keamanan dan kontraterorisme melalui kota.

Sekitar $347.990 atau Rp 4 M telah dihabiskan sejauh ini untuk penyelidikan rahasia itu.

Baca juga: Kisah Menginspirasi Langar Baba Chandigarh, Memberi Makan Ribuan Orang Lapar Sampai Kematiannya


Karyawan NTA yang melakukan investigasi memperkenalkan diri mereka sebagai anggota komunitas atau sebagai pengunjung dan bertemu dengan beberapa orang tanpa mengungkapkan identitas asli mereka.

Temuan tentang latar belakang imam dan administrator, seperti dari mana mereka berasal atau sekolah mereka, diserahkan ke pemerintah kota sebagai "informasi rahasia" oleh NTA.

Menurut laporan itu, penyelidikan pemerintah terhadap radikalisasi adalah akibat dari peran Daesh dalam perang saudara Suriah, dan pemerintah kota ingin mengukur masalah ini dengan penyelidikan terpisah.

NRC melaporkan bahwa pemerintah kota ingin mendapatkan hasil yang lebih "realistis" dengan membuat masjid-masjid di wilayah mereka diawasi secara ketat.

SPIOR, sebuah kelompok payung Islam, mengatakan bahwa penyelidikan itu merusak kepercayaan komunitas Muslim terhadap pemerintah.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...