Menu

Waketum MUI Menentang Jalan di Kawasan Menteng Mau Diganti Nama Jadi Mustafa Kemal Ataturk, Ini Alasannya

Riki Ariyanto 18 Oct 2021, 00:35
Waketum MUI Menentang Jalan di Kawasan Menteng Mau Diganti Nama Jadi Mustafa Kemal Ataturk, Ini Alasannya (foto/int)
Waketum MUI Menentang Jalan di Kawasan Menteng Mau Diganti Nama Jadi Mustafa Kemal Ataturk, Ini Alasannya (foto/int)

RIAU24.COM - Ada wacana nama salah satu jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat akan diganti menjadi Mustafa Kemal Ataturk. Namun rencana itu ditentang Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas.

Dilansir dari Tempo, Waketum MUI, Anwar berpendangan sosok Mustafa Kemal sebagai orang yang mengacak-acak ajaran Islam. "Banyak sekali hal-hal yang dia lakukan bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah," sebur Anwar dalam keterangan tertulisnya Minggu (17 Oktober 2021).

Baginya, Mustafa Kemal Ataturk merupakan tokoh sekuler yang tak percaya agama Islam membawa Turki menjadi negara maju. Bahkan Mustafa justru menjauhkan rakyat Turki dari ajaran agama.

"Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari Fatwa MUI orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan," kata Anwar.

Anwar menganggap kalau rencana pemerintah menjadikan nama Mustafa di salah satu Jalan Ibu Kota sebagai hal yang tak diharapkan. Apalagi, Anwar menganggap  oleh Mustafa pada masanya itu juga bertentangan dengan esensi Pancasila.

Seperti diketahui, rencana pergantian nama itu mulanya disampaikan oleh Duta Besar Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal. Dikabarkan bahwa pihak kedutaan sudah memberikan data ihwal panjang jalan dan karakter jalan yang namanya akan diganti ke Pemprov DKI Jakarta.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, akan digunakan sebagai nama jalan di depan kantor Kedutaan Besar RI di Ankara. “Pemerintah Turki telah menganugerahkan nama jalan di depan kantor KBRI Ankara yang baru dengan nama Jalan Ahmed Soekarno,” sebr Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers, Selasa malam, 12 Oktober 2021

Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menyebut pemerintah Indonesia dengan Turki saling bertukar nama tokoh untuk dijadikan nama jalan. "Memang ada keinginan dari kita dan pemerintah Turki. Agar ada nama dari kita di Turki dan nama tokoh dari Turki (di Indonesia),” sebut dia kepada wartawan pada Ahad, 17 Oktober 2021.

Riza menyebut pertukaran nama tersebut diharapkan menjadi bagian dari kerjasama antara Indonesia dengan Turki. Tetapi, Riza masih enggan menyebutkan secara pasti jalanan di kawasan yang akan diganti namanya.