Menu

Sebelum Prabowo Terjun ke Medan Perang, Soeharto Panggil dan Berikan Kata Sakti Seperti Ini

Azhar 19 Oct 2021, 07:01
 Prabowo Subianto membagikan momen dilantik Presiden ke-2 RI Soeharto saat menjadi taruna Akademi Militer Nasional di akun Instagram miliknya. Sumber: Instagram/Prabowo Subianto
Prabowo Subianto membagikan momen dilantik Presiden ke-2 RI Soeharto saat menjadi taruna Akademi Militer Nasional di akun Instagram miliknya. Sumber: Instagram/Prabowo Subianto

RIAU24.COM -  Malam sebelum berangkan menuju Timor Timur dalam Operasi Seroja untuk memburu gerombolan Fretilin, Prabowo Subianto mengaku menadapatkan wejangan dari Presiden Soeharto.

Pesan dari Soeharto itu disampaikannya dalam biografinya bertajuk Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dan sindonews.com.

"Saya sampai di Cendana sebelum pukul 20.30 WIB. Setelah menerima tamu, beliau bertanya apakah benar saya besok akan berangkat pergi menjalankan operasi. Saya pun membenarkan," kata Prabowo.

"Saya hanya titip tiga hal kepada kamu, Bowo. Ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo. Paham, mengerti," kata Soeharto.

Dia pun menyadari tiga pesan itu bukan sembarang pesan tetapi pesan dengan makna yang dalam setelah kembali dari Cendana.

Menurutnya, pesan itu tak ubahnya ucapan sakti yang keluar dari Panglima Tertinggi. Soeharto adalah jenderal perang yang sarat pengalaman tempur.

Menurutnya, ojo lali berarti jangan lupa terhadap semua pelajaran yang engkau terima. Pelajaran dari orangtua, agama, sekolah sampai pelajaran militer.

Ojo dumeh berarti jangan sombong. Orang yang sombong biasanya meremehkan musuh sehingga lengah.

Orang yang sombong juga biasanya tidak teliti, karena overconfident. Dan yang terakhir ojo ngoyo berarti jangan memaksakan diri.

"Jangan memaksakan anak buah. Ada kemampuan, tapi ada juga batas kemampuan. Kita tidak boleh bernafsu," ujarnya.