Kader Demokrat Ini Balik Lagi ke AHY, Alasannya Karena Tak Diberi Uang yang Dijanjikan Kubu Moeldoko

M. Iqbal
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:54 WIB
Moeldoko ditunjuk sebagai Ketua Demokrat di KLB Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara R24/ibl Moeldoko ditunjuk sebagai Ketua Demokrat di KLB Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara

RIAU24.COM - Karena tak diberikan Rp 100 juta yang dijanjikan panitia KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu, seorang peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat kubu Moeldoko, Gerald Piter Thomas kembali bergabung dengan DPP kepemimpinan pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Jadi saya tegaskan lagi, saya diiming-imingi uang, karena tidak dapat ini uang, saya balik badan saya harus laporkan ini ke DPP," kata Gerald seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa, 19 Oktober 2021.

Gerald sendiri merupakan Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Dia dijanjikan Rp 100 juta jika hadir dalam KLB. Tapi, hingga saat ini, dia hanya diberikan kurang dari Rp 10 juta.

Baca juga: Jelang Mukerwil, Plt Ketum PPP Mardiono Kunjungi Rumah Kader Senior di Pekanbaru

"Sementara Pak Moeoldoko punya uang yang banyak ratusan miliar, masak 100 juta ke DPC Kotamobagu saja tidak bisa. Jadi kepercayaan langsung hilang, gimana ke depan mau mimpin partai yang kayak gitu janji-janji semua," kata dia.

Masih kata Gerald, pengurus Demokrat kubu Moeldoko memberikan Rp 100 juta kepada Ketua DPC selaku pemilik suara dalam KLB. Gerald tidak punya suara karena hanya wakil ketua DPC.

Dia menyebut uang itu diberikan secara berkala. Setiba di Sibolangit, lokasi KLB, peserta diberikan DP senilai Rp 25 juta plus satu unit ponsel. Sisanya, diberikan setelah gelaran KLB pada 5 Maret 2021.

Baca juga: Ketika Presiden 2024 Hanya Diisi Oleh Orang Islam dari Jawa

"Saya pastikan Rp 75 juta mereka terima, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri," kata Gerald.

Ratusan peserta lain, termasuk dirinya, uang hanya diberikan tak lebih dari Rp 10 juta dari Rp 100 juta yang dijanjikan.

"Kita kan awalnya dijanjikan uang Rp 100 juta, DP Rp 25 juta saat kita tiba di tempat, selesai KLB kita terima Rp 75 juta nyatanya tidak, bagi yang bukan pemilik suara artinya yang bukan ketua DPC," kata Gerald.


Informasi Anda Genggam


Loading...