Karena Prabowo, Rakyat Semakin Puas dengan Kinerja Jokowi-Maruf Amin, Ini Buktinya

Azhar
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:27 WIB
Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sumber: Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak R24/azhar Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sumber: Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak

RIAU24.COM -  Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terhadap kinerja dua tahun pemerintahaan Joko Widodo-Maruf Amin ditanggapi pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.

Dia menilai, kepuasan publik terhadap kinerja dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak lepas dari kinerja Menteri Pertahanan (Kemhan) Prabowo Subianto dikutip dari pikiran-rakyat.com, Kamis, 21 Oktober 2021.

Alasannya karena Prabowo banyak menyelesaikan persoalan-persoalan pertahanan keamanan.

Baca juga: Kisruh Musda Partai dan Kecewa Dengan AHY, Asri Auzar: Saya Bangga Keluar dari Demokrat

Tak hanya itu, Kementerian Pertahanan di periode kedua Jokowi pun dianggap lebih serius dari periode sebelumnya.

"Misalnya terkait modernisasi alutsista. Kita bicara juga tentang bagaimana menyempurnakan sistem keamanan semesta dengan direalisasikannya komponen cadangan," ujarnya.

Tak hanya itu, banyak hal yang dikerjakan bidang pertahanan yang sebelumnya tidak dipikirkan oleh pemerintah.

Baca juga: 10 Anak Ini Terlahir Kaya Sejak Dini, Bahkan Bocah 6 Tahun Punya Rp70,5 Triliun

"(Bidang) yang juga mulai diseriusi adalah soal bagaimana membangun basis-basis cadangan logistik strategis (CLS)," ujarnya.

Untuk diketahui, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membeberkan hasil pekerjaan mereka di tahun kedua pemerintahaan Jokowi-Maruf Amin.

Dalam survei itu, kinerja bidang pertahanan keamanan mendapat rapor hijau dibandingkan kementerian yang lain.

Menurut mereka, sebanyak 61,3 persen responden menyatakan kinerja bidang keamanan baik/sangat baik.

Sementara, responden yang menyatakan sedang sebanyak 24,2 persen, yang menyatakan buruk/sangat buruk sebanyak 11,8 persen, dan yang menyatakan tidak tahu/tak menjawab 2,4 persen.


Informasi Anda Genggam


Loading...